Search
Close this search box.

Doa untuk Menghindari Kefakiran dari KH Hasyim Asy’ari untuk Muridnya KH Abdurrahman Bajuri

Ilustrasi. /net

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – K.H. Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh pahlawan nasional Indonesia, dikenal memiliki berbagai ijazah doa yang diajarkan kepada para santrinya. Salah satu ijazah yang terkenal adalah doa untuk menghindari kefakiran, yang disampaikan kepada KH Abdurrahman Bajuri, salah satu murid beliau.

Ijazah ini berisi amalan membaca kalimat “Laa haula walaa quwwata Illa billaahil ‘aliyyil ‘adzim” sebanyak 100 kali sehari, yang dipercaya dapat menghindarkan seseorang dari penyakit fakir. KH Abdurrahman Bajuri, yang pernah mondok di Pesantren KH Muhammad Hasyim Asy’ari dari tahun 1938 sampai Indonesia merdeka, menyampaikan bahwa amalan ini tidak memakan waktu lebih dari 5 menit jika dibaca 100 kali.

KH Hasyim Asy’ari juga dikenal karena perjuangannya di bidang keagamaan dan upaya meraih kemerdekaan Indonesia. Pengaruh beliau masih sangat besar hingga saat ini, terutama di kalangan pengikut NU.

Selain itu, terdapat wirid Li Khomsatun, yang merupakan ijazah doa tolak bala dari KH Hasyim Asy’ari. Wirid ini dianggap sebagai ikhtiar batiniah untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Dalam konteks keagamaan dan sosial, ijazah-ijazah seperti ini menunjukkan pentingnya tradisi lisan dan amalan-amalan spiritual dalam Islam, khususnya di kalangan NU dan masyarakat pesantren di Indonesia.

@mpa

 

Baca Berita Menarik Lainnya :