Dompet Dhuafa dan BNPT Bersatu Cegah Pemahaman Radikalisme

Editor Dompet Dhuafa gandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk tanggulangi radikalisme di Indonesia. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS –  Dompet Dhuafa dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), awal pekan ini menjadi tanda kolaborasi kedua belah pihak. Pertemuan tersebut merupakan upaya menjaga Integritas Dompet Dhuafa terhadap para donatur atas amanah dan kepercayaannya selama ini.

“Kami bersilahturami, merespon dinamika yang ada di luar. Nampak dekatnya isu hubungan antara
dana-dana donasi dengan pembiayaan terkait terorisme. Maka, kehadiran ini menjadi pesan
kenyamanan bagi rekan-rekan pengelola zakat resmi dan legal di Indonesia agar tidak khawatir
dalam mengelola dinamika profesional mereka, dan harus dipastikan secara legal dan sesuai
prosedur yang ada di Indonesia. Ini menjadi tanggung jawab moral kami, sebagai lembaga trend
center,” ujar Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis dalam pertemuan
tersebut.

Disampaikan oleh Direktur BNPT, bahwa terorisme ternyata sering kali bergerak secara underground.
Bergerak di bawah permukaan masyarakat. Secara diam-diam, mereka ternyata bergerak. Salah
satunya melalui sumbangan-sumbangan yang mengatasnamakan yayasan, pendidikan juga seperti
peduli kemanusiaan.

Bahkan mereka juga kuat dalam mengorganisir kaderisasi penerus kepada masyarakat dan anak-anak
mereka sendiri. Kemudian mereka membentuk sekolah-sekolah, menjadi guru atau pengajar yang
lihai. Bahkan Pendidikan Anak Usia Dini adalah landasan pendidikan anak-anak dari dasar yang
ternyata juga sudah mereka bangun untuk menanamkan pemikiran-pemikiran yang bisa jadi radikal.

Ini sangat potensial terhadap masyarakat sekitar. Sehingga membuat masyarakat mudah terpapar
pergerakan-pergerakan yang dianggap “nyeleneh” atau bisa menjadi bagian dari teroris itu sendiri.

“Setelah kami cek, mereka punya izin dan sk (surat keterangan) yang jelas. Tapi sayangnya tidak
semua program dapat terpantau, ini sangat disayangkan,” jelas Brigjen Eddy Hartono, selaku Direktur
Penegakkan Hukum BNPT, kepada tim Dompet Dhuafa.

Baca Juga :  Regu Putri Indonesia Tembus ke Perempatfinal Piala Uber 2022

Katanya, Dompet Dhuafa sangat teliti dan transparan terhadap program-program yang berjalan, baik secara laporan maupun rancangan kegiatan.  Brigjen Eddy Hartono, mengingatkan kembali agar kalau bisa, Dompet Dhuafa bisa assesment terlebih dahulu untuk meyakinkan segala pihak.

BNPT juga melihat dan menghimbau kepada toko-toko, supermarket, warteg-warteg maupun market
digital, itu jangan diperbolehkan pihak-pihak yang kurang jelas menitipkan kotak amal maupun
donasi. Minimal ada surat RT/RW sebagai pendukung bahwa pihak terkait adalah valid dan aman.
Bisa jadi dari situlah pendanaan para radikal tersebut mengalir untuk kegiatan mereka membangun
tindakan yang kontradiktif.

Era Demokrasi seperti ini membuat BNPT dan para pemberdaya masyarakat jadi lebih ekstra dalam
melakukan pemantauan. Karena setiap orang ingin bergerak dengan kepentingan masing-masing
yang berawal dari belasungkawa, donasi anak yatim, membangun negri dan lain sebagainya. Dari
situlah celah untuk terorisme dapat masuk dan berkamuflase dengan masyarakat. Sehingga mereka dapat melakukan kegiatan nya secara terselubung.

Sekali lagi BNPT menghimbau kepada seluruh masyarakat dan para donatur Dompet Dhuafa untuk
tidak lagi khawatir dan jangan lagi takut terhadap tindakan terorisme yang pernah terjadi. Jika
memang terasa ada pergerakan secara kelompok yang mungkin mencurigakan, silahkan adukan
kepada pihak yang bertanggung jawab seperti kepala RT, RW ataupun Polisi.

Pihak BNTP berharap untuk bisa membuat yakin para masyarakat bila membayar zakat, wakaf,
sedekah dan bantuan dapat dipercayakan langsung kepada lembaga-lembaga sosial atau
kemanusiaan yang terverifikasi dan valid, salah satunya yakni Dompet Dhuafa.

“Diharapkan dengan membangun literasi tentang pencegahan terorisme ke lembaga-lembaga, dapat
menyakinkan dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga seperti kami,”
tambah Bambang Suherman.

“Dompet Dhuafa menjadi pelopor, dan secara tidak langsung menjadi agen BNPT dalam rangka
mengikis pemahaman terorisme. Terima kasih atas kolaborasinya,” pungkas Brigjen Eddy Hartono.

Baca Juga :  'MengenalMu'

Dompet Dhuafa juga mengambil sikap dari kejadian terorisme yang ada di Indonesia untuk tetap
menjadi lembaga filantropi yang memiliki integritas, amanah dan transparan.@mp alam

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ridwan Kamil Pastikan Penyekatan Pemudik Dimulai 6 Mei

Kam Apr 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Larangan mudik Lebaran 2021 oleh Pemerintah Pusat mulai diaplikasikan pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat dengan melakukan langkah penyekatan di sejumlah titik terutama di perbatasan Jawa Barat dan DKI Jakarta. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pergerakan pemudik yang mencuri start sejak awal sudah diantisipasi pihaknya bersama kepolisian. […]