Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Kembangkan Program Kesehatan Gili Gede ke Pemberdayaan Masyarakat

Editor Kerjasama Dompet Dhuafa dan Kimia Farma dalam mempercepat program vaksinasi. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | LOMBOK, NTB — Setelah Klinik Apung sukses beroperasi melayani warga Gili Gede Indah, Lombok Barat sejak tahun 2019, Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa dan Kimia Farma kembali memperluas layanan. Pada Jum’at (22/10/2021), tim LKC Dompet Dhuafa dan Kimia Farma bersinergi dengan puskesmas setempat menggelar vaksinasi massal bagi warga Gili Gede Indah. Lebih dari seratus warga dengan antusias mengikuti program vaksinasi ini.

Selain itu, acara tersebut sebagai upaya mempererat jalinan silaturrahmi antara warga, Dompet Dhuafa, dan Kimia Farma guna mewujudkan kawasan pulau sehat. Dengan begitu, meski jauh dari fasilitas kesehatan, warga Gili Gede Indah dapat tetap menerapkan hidup sehat.

Mewakili Bupati Lombok Barat, Abu Bakar dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Kimia Farma, berkat digulirkannya program pulau sehat termasuk salah satunya adalah Klinik Apung, warga Gili Gede telah banyak terbantu dengan layanan kesehatan. Selain itu, penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi kesehatan telah banyak merubah pola hidup sehat para warga.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Dompet Dhuafa, Kimia Farma, dan juga pihak-pihak lainnya yang terlibat yang telah membersamai kami di Gili Gede ini sejak 2019,” ucapnya.

Dharma Saputra, Direktur Umum dan HC Kimia Farma mengatakan, Kimia Frama tentu tidak dapat melakukan ini tanpa kolaborasi dan gerak bersama-sama. Ia juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada masyarakat GIli Gede atas segala kerja sama yang telah diberikan. Selain itu, Kimia Farma juga sedang melakukan inisasiasi bantuan untuk para nakes. Oleh itu, dalam acara kali ini, Kimia Farma juga memberikan penghargaan kepada para bidan yang telah berjuang untuk masalah kesehatan masyarakat Gili Gede ini.

Baca Juga :  FMPU Melaporkan Nikita Mirzani ke Polda, Tak Hanya terkait Habib Rizieq

Program-program yang dimiliki Dompet Dhuafa tidak hanya di bidang kesehatan. Dompet Dhuafa juga memiliki program lainnya di bidang pendidikan, ekonomi, juga sosial dan budaya. Bahkan Dompet Dhuafa memiliki program pelayanan masyarakat berupa pemulasaraan jenazah atau biasa disebut Barzah. Karena itu, maka akan banyak program-program lanjutan yang dapat dilakukan kolaborasi bersama pihak-pihak lainnya. Di Gili Gede, kegiatan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa bersama dengan Kimia Farma yang pertama adalah program Klinik Apung. Selanjutnya ada program sanitasi yang berkaitan dengan jambanisasi dan air bersih. Selain itu ada juga program Bidan Untuk Negeri.

Untuk kelanjutannya, Bendahara Yayasan Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa berencana akan melakukan intervensi pada program ekonomi. Bersama dengan Kimia Farma, Dompet Dhuafa akan berupaya menggulirkan program pemberdayaan masyarakat. Ini sangat diyakini akan terwujud sebab Dompet Dhuafa sudah lakukan program ini di banyak daerah lainnya di Indonesia. Salah satunya di kawasan Pulau Jawa, Dompet Dhuafa memiliki program pertanian dengan luas sudah mencapai 1.000 hektar. Ada juga program peternakan yang telah ada di 12 titik dengan jumlah kurang lebih 12.000 ekor karena setiap titiknya berkapasitas 1.000 ekor. Kemudian juga ada program penguatan kegiatan ekonomi masyarakat.

Dengan percaya diri, sebagai ekonom senior di Indonesia, ia pun menyampaikan sangat sangat sepakat bahwa Kabupaten Lombok Barat ini sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat sepakat bahwa Kabupaten Lombok Barat ini sangat potensial untuk dikembangkan dalam sisi ekonomi. Kami berharap program Klinik Apung ini dapat terus berkembang. Untuk mengembangkan program tersebut maka dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian masyarakat. Keterlibatan masyarakat akan sangat baik jika didukung dengan program-program ekonomi yang bisa saling mendukung dan mempertahankan program ini terus berjalan,” tutupnya.@mpa

Baca Juga :  TAFAKUR: Binatang, Tumbuhan, dan Angin Tunduk pada Nabi Sulaiman

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kementerian Haji Membatalkan Ketentuan Interval Wajib 15 Hari antara Dua Umrah

Sen Okt 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | RIYADH — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah membatalkan arahan sebelumnya untuk memberlakukan jeda 15 hari antara kinerja dua umrah, demikian diungkapkan Okaz/Saudi Gazette. Kementerian menyatakan bahwa setiap peziarah sekarang dapat memesan waktu untuk melakukan umrah segera setelah berakhirnya izin umrah aktif melalui aplikasi Eatmarna atau […]