Search
Close this search box.

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, PHRI Garut Berikan Diskon Hotel

Sekjen PHRI Kabupaten Garut, Tanto S Rieza./visi.news/zaahwan aries

Bagikan :

VISI.NEWS – Dalam fase normal baru Covid-19, diharapkan pertumbuhan usaha sektor pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat segera pulih. Berbagai upaya pun terus dilakukan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Garut.

Sekretaris PHRI Kabupaten Garut, Tanto S Rieza, menyebutkan salah satu upaya yang dilakukan PHRI untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di antaranya dengan adanya program pemberian diskon tarif hotel.

“Selama masa pandemi Covid-19, usaha sektor pariwisata di Kabupaten Garut ini benar-benar terpuruk. Makanya saat ini kita berupaya untuk kembali membangkitkannya dengan mendongkrak tingkat kunjungan melalui program pemberian diskon tarif hotel,” ujar Tanto, kepada VISI.NEWS, Kamis (16/7).

Program pemberian diskon ini menurut Tanto, sejalan dengan imbauan dan ajakan PHRI Jawa Barat dengan batas 30 persen. Sedangkan kebijakannya dikelola oleh masing-masing manajer di hotel dan restoran yang bersangkutan.

Tanto menuturkan, setelah sekian lama ditutup karena pandemi Covid-19, saat ini Pemkab Garut telah memperbolehkan objek wisata dibuka kembali untuk umum. Namun tentunya, kondisi itu tidak akan langsung menyedot banyak wisatawan.

Oleh karena itu, menurutnya harus ada inovasi dari pihak pengelola hotel dan restoran. Bagaimana caranya agar bisa menarik minat wisatawan untuk datang.

“Sejak dibukanya objek wisata pada awal Juni lalau, alhamdulillah tingkat hunian hotel di kawasan wisata Garut mulai menggeliat ” katanya.

Diungkapkan Tanto, dari catatan yang masuk ke PHRI, tingkat hunian hotel saat libur akhir pekan ini sudah bisa mencapai 50 persen. Sedangkan untuk hari biasa terisi hingga rata-rata 15 persen.

“Meski belum benar-benar maksimal, akan tetapi hal ini sudah terbilang lumayan mengingat masih tahap awal new normal,”tambahnya.

Baca Juga :  Optimistic Haji 2026 Lancar, Abdul Wachid: Arab Saudi Klaim Situasi Aman

Tanto menilai, walaupun saat ini di sejumlah hotel di Garut mulai terlihat sudah ada tamu yang datang. Akan tetapi, ini belum menunjukan kondisi usaha perhotelan disebut normal.

“Yang menjadi indikatornya adalah, adanya sejumlah pegawai yang masih dirumahkan hingga harus menerapkan sistim bergilir,” kata Tanto.

Ini dimaksudkan, tambahnya, agar semua karyawan yang biasa bertugas kembali melakukan kegiatannya meski harus bergantian.

“Jadi satu hari atau beberapa hari kerja. Esok harinya libur dan diganti oleh karyawan yang diliburkan. Begitu pun selanjutnya,” jelas Tanto.

Ditambahkannya, kasus Covid-19 di Garut diharapkannya terus menurun bahkan hilang, sehingga aktivitas perekonomian bisa bangkit dan normal kembali.@ zhr

Baca Berita Menarik Lainnya :