DPRD Jabar Segera Rampungkan Perda Pesantren

Editor :
Salah satu kegiatan silaturahmi Tim Pansus DPRD Jabar ke pesantren yang ada di Jawa Barat./visi.news/hana mikail

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – DPRD Jawa Barat berusaha untuk segera merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyelenggaraan Pesantren menjadi Peraturan Daerah.

Panitia Khusus Ranperda Tentang Penyelenggaraan Pesantren atau Perda Pesantren bergerak cepat dengan mengunjungi pesantren-pesantren di Jawa Barat untuk menampung aspirasi, masukan dari pihak pesantren.

Tim Pansus DPRD yang berjumlah 21 anggota mengunjungi Ponpes (Pondok Pesantren) Cipasung Singaparna dan Ponpes Miftahul Huda Manonjaya pada Kamis (18/6). Rombongan pun diterima langsung pimpinan pesantren masing-masing.

Sebelumnya di Kabupaten Garut, Pansus bertemu dengan Pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Garut di Kantor MUI Kabupaten Garut. Pesantren yang hadir antara lain Pontren Qorrota Ayun Samarang, Pontren Al-Huda Tarogong, Pontren Assaadah Limbangan, Pesantren Persis Rancabango, Pesantren Darul Arqam, dan Pesantren Faujan Garut.

Di Ponpes Cipasung rombongan pansus langsung diterima KH A Bunyamin Ruhiat, yang merupakan Pimpinan Pesantren Cipasung. Sementara saat di Ponpes Miftahul Huda disambut, KH Abdul Aziz Affandi.

“Alhamdulillah kami semua bisa bersilaturahmi dengan para pimpinan pesantren besar di Kabupaten Tasikmalaya, seperti Pesantren Cipasung dan Miftahul Huda Manonjaya. Kita semua mendapatkan masukan yang luar biasa,” kata Wakil Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Pesantren, Ali Rasyid, usai silaturahmi ke Ponpes Miftahul Huda Kamis (18/6) malam.

Ali mengatakan, tim pansus banyak mendapatkan masukan luar biasa dari para pimpinan pesantren yang dikunjungi. Pihak pesantren membahas ayat demi ayat dalam raperda tersebut. Bahkan ada salah satu bab yang harus dihapus karena mengganggu independensi pesantren.

“Tim pansus raperda penyelenggaraan pesantren bekerja secara maraton untuk bersilaturahmi dengan kalangan pesantren di Jawa Barat. Itu dilakukan agar perda pesantren bisa segera rampung,” kata Ali.

Pesantren yang dikunjungi lebih awal, katanya, antara lain Pondok Pesantren Baitul Arqom Kabupaten Bandung, Ponpes Babakan Assalafie Ciwaringin Cirebon, Ponpes Candangpinggan Kab. Indramayu, Pondok Pesantren Al Masthuriyah Kabupaten Sukabumi, dan Pondok Pesantren
Syamsul Ulum Kota Sukabumi.

Ali Rasyid menambahkan, silaturahmi dengan kalangan pesantren sangat diperlukan agar perda yang dibuat sesuai dengan apa yang disuarakan oleh pesantren. Jangan sampai peraturan yang ada malah tidak mengakomodasi keinginan pesantren.

“Jadi saat ini kami terus berkeliling mengunjungi pesantren-pesantren di Jawa Barat termasuk di Tasikamlaya,” kata politisi muda Partai Gerindra itu.

Ali menginginkan, peraturan yang dibuat memberi dampak besar bagi kemajuan pesantren di Jawa Barat. Karena, kiprah pesantren dalam menjaga moral masyarakat sangat besar bahkan sejak sebelum negara ini lahir.

Di Jawa Barat sendiri ada 12 ribu pesantren dan memiliki kiprah yang luar biasa dalam membangun moral generasi bangsa. Pesantren berhasil membangun sebuah model pendidikan yang berhasil membangun moral dan karakter generasi bangsa.

“Untuk itu marwah pesantren harus terus dijaga dan pemerintah hadir ikut membantu pengembangan pesantren di Jawa Barat. Salah satunya dengan Perda Penyelenggaraan Pesantren yang sedang kami buat sekarang ini,” kata Ali Rasyid. @hml

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolresta Bandung Lakukan Rotasi dan Mutasi

Jum Jun 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jajaran Kepolisian Resort Kota Bandung melaksanakan rotasi dan mutasi. Selain memutasi jabatan Kasatlantas, Kapolresta Bandung juga merotasi sejumlah kapolsek. Acara tersebut berlangsung di halaman Mapolresta Bandung, Jumat (19/6). Mereka adalah, Kasatlantas dari AKP Hasby Ristama, SH.S.Ik diserahterimakan kepada Kompol Rade Erik Bangun Prakasa, SH.S.Ik. Kapolsek Pangalengan dari […]