VISI.NEWS | BANDUNG – Pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api berubah menjadi panggung drama penuh ketegangan. PERSIB Bandung berhasil mengamankan kemenangan krusial 3-2 atas Bali United dalam laga pekan ke-27 Super League 2025/2026, Minggu (12/4/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Lebih dari itu, Persibkini menjaga jarak aman dari kejaran Borneo FC dengan keunggulan empat poin di puncak klasemen. Maung Bandung mengoleksi 64 poin, sekaligus mempertahankan rekor sempurna di kandang.
Sejak awal laga, Persibtampil dengan komposisi terbaik. Pelatih Bojan Hodak menurunkan Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan lini belakang diperkuat Federico Barba dan Patricio Matricardi. Lini tengah diisi Luciano Guaycochea dan Marc Klok, sementara lini depan mengandalkan Ramon “Tanque” De Andrade.
Dominasi tuan rumah mulai terasa di babak pertama. Pada menit ke-29, kebuntuan pecah lewat tandukan Ramon Tanque yang memanfaatkan umpan matang. Gol ini menjadi pembeda dalam permainan yang sebelumnya berlangsung cukup ketat.
Memasuki babak kedua, Persib langsung meningkatkan intensitas serangan. Pergantian Thom Haye dengan Adam Alis memberi energi baru. Hasilnya terlihat cepat. Pada menit ke-55, Luciano Guaycochea menggandakan keunggulan melalui sontekan memanfaatkan bola muntah di depan gawang.
Namun momentum berubah pada menit ke-65. Persib harus bermain dengan 10 orang setelah Matricardi menerima kartu kuning kedua. Situasi ini dimanfaatkan Bali United untuk menekan lebih agresif.
Tekanan itu berbuah hasil pada menit ke-80. Tendangan bebas Teppei Yachida sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Stadion sempat terdiam, sementara tensi pertandingan meningkat tajam.
Di tengah tekanan, Persib menunjukkan karakter. Pada menit ke-87, Federico Barba mencetak gol ketiga lewat sundulan memanfaatkan situasi bola mati. Gol ini menjadi penegas ketangguhan tuan rumah di tengah keterbatasan jumlah pemain.
Namun drama belum berakhir. Di masa tambahan waktu, Jordi Bruijn mencetak gol pada menit 90+2, membuat skor menjadi 3-2. Sisa waktu pertandingan dipenuhi ketegangan, dengan Bali United terus menggempur pertahanan Persib.
Beruntung bagi tuan rumah, keunggulan tetap bertahan hingga peluit akhir. Kemenangan ini mempertegas posisi PERSIB sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Selain hasil, laga ini menunjukkan dua hal penting. Pertama, kekuatan mental Persib saat berada di bawah tekanan. Kedua, konsistensi mereka di kandang yang sejauh ini belum tersentuh kekalahan.
Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir, setiap poin menjadi krusial. Dan di GBLA malam itu, Persib tidak hanya menang mereka mengirim pesan tegas kepada para pesaing: gelar juara masih berada dalam genggaman. @uli