DSKK Protes Presiden Macron yang Dituding Menghina Nabi Muhammad Saw dan Umat Islam

Umat Islam yang tergabung dalam DSKK berunjuk rasa memprotes pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Nabi Muhammad saw. dan umat Islam. Dalam aksi tersebut di antaranya diperlihatkan spanduk bertuliskan Melaknat Marcon (foto kanan). Beberapa poster pun diletakkan di aspal Jalan Slamet Riyadi dan dibiarkan terlindas mobil, bahkan dipijak kaki seorang anak (kiri)./visi.news/tok suwarto.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKK), bertepatan dengan peringatan ke-92 Sumpah Pemuda, menggelar aksi unjuk rasa memprotes Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina agama Islam dan Nabi Muhammad saw., Rabu (28/10/2020).

Berbagai elemen umat Islam dari wilayah Surakarta, menggelar aksi damai tersebut di Bundaran Gladag, jantung Kota Solo Jawa Tengah.

Para pengunjuk rasa yang tiba di lokasi Bundaran Gladag secara bergelombang, membeber spanduk dan poster cetakan di atas MMT, dengan foto Presiden Macron berukuran besar disertai kata-kata “Go to Hell”.

Di antara belasan poster tersebut, sebagian diletakkan di aspal Jl. Slamet Riyadi dan dibiarkan terlindas mobil-mobil yang melintas.

Dalam orasi secara bergantian dari atas panggung bak truk yang diparkir melintang Jl. Slamet Riyadi, para pengunjuk rasa mengecam keras Presiden Macron yang menghina Islam dan Nabi Muhammad saw.

“Presiden Macron harus meminta maaf kepada umat Islam karena menghina Islam dan Nabi Muhammad saw. dengan alasan kebebasan berpendapat. Kalau tidak mau meminta maaf, kita umat Islam akan bertindak,” ujar salah seorang pengunjuk rasa melalui pengeras suara yang ditempatkan di atas panggung bak truk.

Sekretaris DSKK, Suwondo, di sela unjuk rasa damai itu, menjelaskan kepada VISI.NEWS, dalam aksi unjuk rasa tersebut organisasinya yang didukung berbagai elemen mewakili umat Islam Solo Raya.

Mereka melancarkan protes, menanggapi pernyataan Presiden Macron tentang kebebasan berpendapat dan berekspresi.

“Batasan penyampaian pendapat dan berekspresi, tetap dalam konteks aktualisasi hak asasi manusia, toleransi, dan penegakan hukum yang berlaku. Presiden Macron telah memberikan pernyataan yang tidak sekadar menyinggung perasaan dan keyakinan umat Islam, tetapi ikut melindungi pelaku penistaan terhadap Nabi Muhammad saw. dan agama Islam,” ujarnya.

Suwondo menuntut Presiden Macron agar meminta maaf karena telah melakukan kesalahan fatal terhadap umat Islam.

Dia meminta, Presiden Jokowi memutus hubungan diplomatik dengan pemerintah Prancis dan mengimbau seluruh umat Islam melakukan boikot terhadap pembelian dan pemakaian barang-barang buatan Prancis.

Setelah sekitar 2 jam massa pengunjuk rasa berorasi yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat, aksi damai dengan pengamanan ketat aparat Polresta Surakarta dan Korps Brimob membubarkan diri tanpa insiden. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TRIK: Penyebab dan Cara Cegah Rem Blong Pemicu Kecelakaan

Rab Okt 28 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Banyaknya kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong kemungkinan dipicu oleh kelalaian sang pengemudi atau perusahaan transportasi yang tidak secara rutin memeriksakan kendaraan mereka. Tidak ada salahnya bagi kita memeriksakan keadaan kendaraan kita sebelum melakukan aktivitas yang menggunakan kendaraan pribadi, terutama pada sistem pengereman. Pengecekan bagian […]