Dua Anggota Dewan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor DPRD Garut Ditutup

Editor Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman./visi.news/zaahwan aries.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Jawa Barat, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Kantor DPRD Garut pun untuk dua pekan ke depan akan ditutup.

“Benar, ada dua orang anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka merupakan pasien terkonfirmasi positif ke 57 (KC-57) dan ke 59 (KC-59) di Kabupaten Garut,” ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Sabtu (15/8).

Dikatakan Helmi, diketahuinya ada dua anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan lanjutan dari swab test yang dilaksanakan di lingkungan Kantor DPRD Garut, Senin (10/8/2020) lalu. Selain anggota DPRD, swab test saat itu juga diikuti oleh PNS serta honorer Sekretariat Dewam (Setwan).

Hasil swab test tersebut, tutur Helmi, diumumkan pada Jumat (14/8/2020) dan terdapat dua anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Adanya klaster baru Covid-19 di Kantor DPRD Garut ini tentu sangat mengejutkan.

Namun, menurut Helmi, diperkirakan kedua anggota dewan tersebut terpapar Covid-19 di luar Garut. Tim sudah melakukan penelusuran, tracing dan tracking untuk mengetahui kontak erat yang pernah dilakukan dua anggota dewan tersebut.

“Keduanya berdomisili di wilayah Kecamatan Bayongbong dan Cisurupan. Keduanya saat ini telah menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr Slamet Garut,” katanya.

Selain dua anggota dewan tersebut, tutur Helmi, pada hari yang sama juga terdapat satu warga Garut lainnya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien yang kemudian disebut KC-58 ini adalah seorang laki-laki berusia 52 tahun yang merupakan warga Kecamatan Pangatikan.

Namun disebutkannya, KC-58 ini dipastikan tak ada kaitanmya dengan KC-57 dan KC-59. Sama halnya dengan KC-57 dan KC-59, KC-58 juga saat ini sudah menjalani isolasi di RSUD dr Slamet Garut.

Baca Juga :  Ibunda Airlangga Hartarto Terharu Ketika Berziaran ke Makam Pejuang Asal Sukabumi, R.H. Didi Sukardi

Lebih jauh Helmi menyampaikan, menyusul adanya dua anggota DPRD Garut yang terkonfirmasi positif Covid-19, untuk dua pekan ke depan Kantor DPRD Garut akan ditutup. Anggota dewan dan staf Setwan untuk sementara akan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Tracing dan tracking saat ini sudah dilalukan. Mudah-mudahan tak sampai ada penambahan kasus terkomfirmasi positif di lingkungan dewan,” ucap Helmi. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pagi Sebelum Wafat, Dokter Adnan Salat Subuh di Ranjang Perawatan

Sab Agu 15 , 2020
Silahkan bagikan– Adnan merupakan dokter yang kelima di Kota Makassar atau yang ke-77 di Indonesia yang meninggal dunia akibat Covid-19. VISI.NEWS – Adnan Ibrahim, dokter spesialis penyakit dalam, meninggal dunia di usia 47 tahun karena Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Adnan merupakan dokter spesialis di Rumah Sakit Pelamonia, Makassar, […]