Search
Close this search box.

Dua Gol yang Hilang di Turin: Lazio Pulang dengan Luka dan Satu Poin

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG Allianz Stadium kembali menjadi saksi malam getir bagi tim tamu. Lazio gagal membawa pulang kemenangan yang sudah di depan mata setelah ditahan imbang Juventus 2-2 dalam lanjutan Serie A, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Bagi Biancocelesti, satu poin ini terasa seperti tragedi kecil: berharga, namun menyisakan penyesalan mendalam.

Datang dengan skuad pincang dan tekanan internal klub, Lazio justru tampil berani. Dua gol dari Pedro dan Gustav Isaksen sempat membungkam publik Turin dan membuat Juventus berada di ambang kekalahan. Namun, sepuluh menit terakhir mengubah segalanya.

Juventus bangkit melalui sundulan Weston McKennie dan gol Pierre Kalulu yang memupus keunggulan Lazio. Dalam sekejap, rasa percaya diri berubah menjadi kekecewaan.

“Masih ada jalan panjang yang harus dilalui saat kami mencetak gol kedua, jadi kami jelas tidak merasa itu sudah selesai, karena Juventus menyerang dengan penuh semangat,” kata Maurizio Sarri.

Pelatih Lazio itu menilai momen krusial justru datang ketika timnya gagal bersikap lebih kejam. Dua peluang emas untuk menjauh tidak dimanfaatkan, dan harga mahal pun harus dibayar.

“Jika kami memiliki penyesalan, itu adalah dalam 10 menit terakhir, kami memiliki dua peluang untuk mengubah skor menjadi 3-1 dan tidak memanfaatkannya,” ujarnya.

Sarri mengakui sejak awal ada firasat bahwa Juventus akan terus menekan hingga peluit akhir. Ketidakmampuan mengunci laga membuat Lazio harus menerima kenyataan pahit di menit-menit penentuan.

“Selalu ada perasaan nyata bahwa Juventus bisa menyamakan kedudukan, jadi penyesalannya adalah kami menyia-nyiakan peluang itu, daripada kebobolan di akhir laga,” katanya.

Meski demikian, Sarri memilih tidak menenggelamkan timnya dalam rasa frustrasi. Di balik hasil imbang dramatis ini, ia melihat kekuatan mental yang tumbuh di tengah krisis cedera, suspensi, dan gejolak internal klub.

Baca Juga :  Biaya Haji Naik? Pemerintah Tegas: Jemaah Jangan Dibebani!

“Ketika Anda pulang dari stadion ini dengan satu poin, itu selalu merupakan hasil yang positif,” ucap Sarri.

Ia menegaskan bahwa performa anak asuhnya menunjukkan karakter yang sulit dipatahkan, bahkan saat digempur puluhan tembakan oleh tuan rumah.

“Jelas, ada sedikit penyesalan, tapi lebih dari segalanya saya membawa pulang pengetahuan bahwa anak-anak ini sulit dihancurkan,” tuturnya.

“Mereka bereaksi terhadap segalanya, mereka tidak pernah menundukkan kepala saat menghadapi kesulitan apa pun,” tambah Sarri.

Hasil imbang ini membuat Lazio pulang dari Turin tanpa euforia, namun juga tanpa rasa kalah sepenuhnya. Di tengah badai yang menerpa klub, satu poin di Allianz Stadium menjadi pengingat bahwa mereka masih berdiri, meski harus menelan pahitnya dua gol yang terbuang.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :