Dua Mahasiswa FKOR UNS Sumbang Medali Perak di Sea Games

Editor Dua Mahasiswa FKOR UNS, yaitu Ashifa Helsa Ashuroh  dan Khoirudin Mustakim, yang menyumbangkan medali perak untuk kontingen Sea Games Indonesia, dari cabang finswimming dan pencak silat/visi.news/istimewa
Silahkan bagikan
VISI.NEWS | SOLO – Atlet Sea Games 2022 yang menyumbangkan medali untuk Indonesia, 2 orang di antaranya merupakan mahasiswa Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yaitu Ashifa Helsa Ashuroh di cabang olahraga renang sirip (finswimming) dan Khoirudin Mustakim di cabang pencak silat, masing-masing mempersembahkan medali perak.
Ashifa menyabet medali perak di nomor womens relay 4×100 m surface, bersama tiga rekannya Vania Elfira Elent R, Andhini Muthia Maulida, dan Janis Rosalita Suprianto. Selain di nomor tersebut, mahasiswa UNS angkatan 2021 tersebut juga turun di nomor womens 100 m surface, namun belum memperoleh hasil maksimal.
Ashifa yang merupakan peselam asal Banjarnegara, menyatakan kepada wartawan di kampus FKOR, Manahan, Rabu (24/5/2022), dia senang dengan prestasi yang diraihnya bersama tim di nomor relay. Karena menurut Ashifa di even Sea Games itu dia baru pertama mengikuti kejuaraan level internasional.
“Sebagai atlet yang masih tergolong junior dan baru pertama kali terjun di event Internasional, nggak nyangka bisa mendapat medali perak. Senang dan terharu bisa membawa bendera Merah Putih ke podium,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, tim Indonesia finis di posisi kedua, sedangkan posisi pertama diraih Vietnam. Ashifa memegang peselam pertama menang di 100 meter awal, dilanjutkan oleh Vania. Setelah itu, Janis menyusul sebagai peselam ketiga dan terakhir  Andhini.
Tim Indonesia mencatatkan waktu 2:47.66 menit, berbeda 43 milidetik dengan tim Vietnam yang finis pada 2:47.23.
Atlet lain asal FKOR UNS peraih medali perak Sea Games adalah Khoirudin Mustakim. Mahasiswa angkatan 2018 yang akrab disapa Mustakim, pada final pencak silat kelas B berat 50—55 kg harus puas di peringkat 2 karena kalah tipis dari pesilat Malaysia dengan skor akhir 49-50 yang meraih medali emas.
Terpisah, Mustakim menyatakan bersyukur dengan keberhasilannya meraih medali perak, meskipun dia mengaku belum puas dengan hasil yang dia dapat.
“Hasil itu saya syukuri. Mungkin memang belum rezeki saya di emas. Ya, ada kekecewaan karena saya sempat unggul tapi melakukan kesalahan. Saya belum puas untuk hasil ini. Semoga di kejuaraan lain saya bisa memberikan prestasi lebih baik,” ujarnya.
Mustakim berkisah, di final saat melawan pesilat Malaysia dia sempat unggul di babak pertama dan kedua. Di babak penentuan awal babak ketiga, katanya, Mustakim masih unggul 9 poin.
Namun dia gagal mempertahankan poin karena melakukan kesalahan, sehingga poinnya dikurangi. Sampai detik terakhir Mustakim yang berupaya sekuat tenaga memperbaiki  poin Mustakim masih selisih satu dengan pesilat Malaysia.@tok
Baca Juga :  Legislator: Revisi UU KUHAP Harus Pro kepada Pencari Keadilan

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kisah Fullerton Health tentang Penanganan Covid-19 Diangkat dalam "E-book"

Kam Mei 26 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SINGAPURA – Fullerton Health hari ini menerbitkan “The Mighty Storm – Fullerton Health Rises to the Challenge”, sebuah e-book berisi 68 halaman yang mengisahkan perjuangan, tantangan, dan kesuksesan Fullerton Health dalam mendukung penanganan pandemi selama dua tahun terakhir di Singapura. Publikasi e-book ini menampilkan kisah Fullerton Health […]