Dua Tahun, Pemkab Bandung Terima 33 PSU dari Pengembang Perumahan

Editor Pengembang Perumahan Komplek Griya Mitra Posindo menyerahkan PSU kepada Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, Rabu (11/7/2023). /visi.news/gustav viktorizal
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CILEUNYI – Pihak pengembang perumahan kembali menyerahkan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung.

Selama kepemimpinan Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna tercatat 33 pengembang perumahan yang sudah menyerahkan PSU kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung dari ratusan komplek perumahan yang ada di Kabupaten Bandung.

Kali ini, dilaksanakan pengembang perumahan Komplek Griya Mitra Posindo menyerahkan PSU kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna yang disaksikan jajaran Forkopimcam Cileunyi, aparatur desa, tokoh masyarakat dan unsur lainnya bertempat di Lapangan Volly RW 026 Komplek Griya Mitra Posindo Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Selasa (11/7/2023) sore.

Dua Anggota DPRD Kabupaten Bandung juga turut hadir pada serah terima PSU tersebut.

Bupati Dadang mengatakan bahwa, pembangunan komplek perumahan tersebut diketahui sudah berusia 20 tahun.

Dirinya pun menyebutkan di Kabupaten Bandung masih banyak perumahan-perumahan yang belum serah terimakan PSU-nya ke pemerintah daerah setempat.

“Baru dua tahun saya menjabat, hampir 33 perumahan sudah saya terima PSU-nya. Termasuk Bumi Harapan, Bumi Orange, Bumi Langgeng dan Permata Biru di Kecamatan Cileunyi, termasuk sekarang ini Griya Mitra Posindo,” kata Dadang Supriatna dalam sambutannya.

Bupati Bandung menyebutkan ratusan perumahan di Kabupaten Bandung yang belum secara keseluruhan melaksanakan serah terima PSU.

“Kenapa demikian, karena memang di dalam izin lokasi yang sudah diterima pengembang. Itu tercatat apabila dalam kurun waktu satu tahun belum menyelesaikan pelaksanaan pengembangan tersebut, maka harus melaporkan kembali kepada pemerintah daerah. Dan apabila sudah menyelesaikan pengembangannya, maka wajib hukumnya pengembang segera menyerahkan fasos dan fasumnya kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

Apabila, imbuh Dadang Supriatna, sudah diserahkan kepada pemerintah daerah, maka wajib hukumnya pemerintah daerah dan desa membiayai prasarana sarana yang ada di perumahan.

Baca Juga :  Wayang Kulit "Rajamala" Jadi Cinderamata "11-th Asean Para Games"

“Itu konsekuensinya, boleh pemerintah daerah menerima PSU, kalau PSU-nya dalam kondisi baik. Pemerintah daerah tidak mau menerima prasarana sarana dalam kondisi tidak baik atau kondisinya rusak. Misalnya, kondisi jalan yang rusak,” jelasnya.

Bupati Bandung
mengungkapkan bahwa, dalam memelihara prasarana sarana di kawasan perumahan itu, yang penting ada niat baik dari pihak pengembang, dan masyarakat di Komplek Griya Mitra Posindo menerima kondisi apa adanya, pemerintah daerah siap menerima PSU tersebut.

“Karena hari ini diserah terimakan (PSU), insya Allah tahun depan dianggarkan Rp 500 juta untuk pemeliharaan prasarana sarana di Komplek Griya Mitra Posindo,” tuturnya.

Bupati menyebutkan bahwa pihaknya akan fokus untuk memperbaiki dan menerima fasos dan fasum selama itu sesuai dengan harapan para penghuninya.

“Walaupun sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah, swadaya masyarakat tetap harus ada,” katanya.
Ia juga mengungkapkan penanganan banjir di Kecamatan Cileunyi, diupayakan untuk membangun embung-embung atau kolam retensi. Kita upayakan supaya bebas dari banjir,” pungkasnya. @gvr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

REFLEKSI | Tiga Kaleng Coca Cola

Kam Jul 13 , 2023
Silahkan bagikanOleh Idat Mustari Self Reminder Kunasehati diriku dan mungkin juga dirimu, dengan cerita yang popular yakni cerita tiga minuman kaleng Coca Cola. MINUMAN kaleng Coca Cola yang berada di toko kecil dan ditempatkan di rak lemari jualan, harga jualnya Rp 5000. Sedangkan minuman kaleng Coca Cola kedua yang berada […]