Dugaan Pelecehan di Unri, Mahasiswi-Akun IG Penyebar Video Dilaporkan Balik

Editor Tangkapan layar video pengakuan mahasiswi di Riau merasa dilecehkan secara seksual oleh oknum dosen pembimbing skripsi./via suarariau.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | RIAU – Kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswi oleh dosen pembimbing skripsi di Universitas Riau (Unri) menyita perhatian publik.

Terbaru, Dekan FISIP Unri Syafri Harto sebagai pihak yang dituduh melakukan pelecehan mendatangi Mapolda Riau bersama kuasa hukumnya, Sabtu (6/11/2021).

Mereka melaporkan akun @komahi_ur dan mahasiswi bimbingannya atas pencemaran nama baik dan undang-undang ITE.

“Kami malapor untuk mencari kepastian hukum. Kedua ini kan terkait nama baik beliau, ya melindungi hak beliau sebagai warga negara,” kata kuasa hukum Syafri, Ronal Regen, melansir Riauonline.co.id, Sabtu (6/11/2021).

Pihak Syafri berharap polisi bisa mengungkap fakta-fakta terkait dugaan pelecehan itu.

“Laporan tadi terkait ITE dan pencemaran nama baik. Kita harap bisa diungkap fakta-fakta sebenarnya,” terang Ronal.

Sementara itu, terkait tuntutan Rp 10 miliar yang sempat diutarakan, Ronal mengaku tetap akan melayangkan tuntutan itu.

Sebab kliennya dinilai telah dirugikan baik secara psikologis maupun materi.

“Soal tuntutan Rp 10 M itu tetap. Karena ini pemberitaan sudah bergeming, karena dia dari sisi psikologis dan materi juga,” tutur dia.

Sebelumnya, dugaan pelecehan tersebut muncul ke permukaan usai video pengakuan mahasiswi saat bimbingan skripsi dengan dosen tersebut.

Video tersebut kemudian mengundang pro dan kontra. Bahkan mahasiswa Unri menggelar aksi merespons kasus pelecehan itu.

Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Rektorat Unri, Jumat (5/11/2021) sore.

Mahasiswa pun melakukan long march dari fakultas masing-masing menuju Gedung Rektorat. Setidaknya ada ratusan mahasiswa yang ikut dalam demo itu.

Tak hanya itu, mahasiswa Unri juga menyampaikan lima tuntutan yaitu pertama, meminta pelaku mengakui tindakannya. Kedua, meminta pelaku meminta maaf kepada korban dan keluarganya.

Baca Juga :  Masyarakat Di Dapil Banyak Mengeluh Soal Infrastruktur, Haji Kusnadi : Harus Jadi Perhatian Pemprov Jabar

Ketiga, tidak menghambat perkuliahan korban. Keempat, meminta pelaku memfasilitasi korban atas beban mental yang dialami korban, baik dari segi psikolog dan sebagainya.

Dan yang kelima, pelaku menerima semua sanksi yang akan diterima nanti dari pihak rektor. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ketum PSSI Minta Kapolri Aktifkan Lagi Satgas Antimafia Bola

Sen Nov 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, ingin Satgas Antimafia Bola yang berjalan ada 2018-2020 bisa diaktifkan kembali. Ia pun menyampaikan herapannya itu kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. “Saya mohon kepada Kapolri untuk membentuk kembali karena kami senang sekali sepak bola bisa dikawal Satgas,” ujar Iriawan di Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Menurut pria […]