Dugaan Suap Bupati Bogor Ade Yasin Kepada Auditor BPK Jabar, Roynal : Bukan OTT, Faktanya Begini..

Editor Sidang perdana dakwaan dugaan kasus suap Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (13/7/22). /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS |BANDUNG – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung menggelar sidang perdana terhadap terdakwa dugaan kasus suap, Bupati Bogor Non Aktif, Ade Yasin, Rabu (13/7/22), agenda sidang dakwaan tersebut digelar secara online.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Hera Kartiningsih, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membacakan surat dakwaan berisi dugaan Ade Yasin melakukan suap kepada pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Jawa Barat (Jabar).

“Ade Yasin didakwa melakukan dugaan suap terhadap pegawai BPK-RI Jabar berkaitan dengan hasil laporan keuangan, guna meraih WTP, dugaan suap tersebut sebesar Rp. 1,9 miliar,” kata tim kuasa hukum Roynal Pasaribu.

Ditemui usai persidangan di Jalan R.E Martadinata Bandung, Roynal mengungkapkan, dalam dakwaan terungkap, perkara yang menjerat Ketua DPW PPP Jabar non aktif, Ade Yasin tersebut bukan berawal dari kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Dalam pembacaan surat dakwaan, terungkap bahwa kasus dugaan suap itu bukan berawal dari OTT, melainkan uang dugaan suap tersebut diberikan secara bertahap,” ungkapnya.

Uang sebesar miliaran rupiah itu, lanjut Roynal, berkaitan dengan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021, dimana pemberian total uang Rp 1.935.000.000, diberikan dalam kurun waktu Oktober 2021 hingga April 2022.

“Jadi versi JPU KPK, uang dugaan suap dari Ade Yasin terhadap pegawai BPK-RI Jabar itu, diberikan sejak Oktober 2021 hingga April 2022, dan Bu Ade Yasin beserta tim kuasa hukumnya menyatakan eksepsi,” ujarnya.

Adapun sidang dengan agenda eksepsi tersebut, akan digelar pekan depan, intinya adalah, perkara ini bukan merupakan hasil tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK pada 27 April di kediaman Bupati Bogor non aktip Ade Yasin, melainkan melalui tahapan pemanggilan saksi yang berlangsung sudah lama.

Baca Juga :  Hingga 29 Mei, PSBB Jabar Berlanjut

“Tersiar kabar bahwa KPK sudah melakukan OTT terhadap Bu Ade Yasin dirumahnya, namun OTT tersebut tidak terdapat dalam pembacaan dakwaan oleh JPU KPK, pengungkapan kasus ini seolah-olah hasil dari pemeriksaan biasa,” jelas Roynal.

Dakwaan JPU KPK tersebut akan ditanggapi tim kuasa hukum dalam agenda sidang berikutnya, tentunya dengan fakta yang sebenarnya sesuai keterangan atau pengakuan Ade Yasin, pasalnya dalam dakwaan, JPU KPK malah mengkait-kaitkan dengan masa lalu yang dianggap tidak ada hubunganya dengan terdakwa.

“Kami akan menanggapi dan akan kami ungkap fakta yang sebenarnya, karena dalam dakwaan yang sudah dibacakan, malah mengkait-kaitkan hal di masa lalu, tidak ada hubungannya dengan terdakwa,” paparnya.

Sekedar informasi, Ade Yasin didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama, Ade Yasin juga dianggap melanggar Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan kedua.

“Dalam perkara ini, Bu Ade Yasin tidak sendirian, namun ada 3 terdakwa lainnya yang dianggap sebagai pihak yang diduga memberikan suap, serta 4 terdawa yang diduga menerima suap, yakni pegawai BPK-RI Jabar,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022: Data Inflasi AS Tekan Laju Kripto

Rab Jul 13 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Pergerakan aset kripto masih tak berdaya pada Rabu (13/7/2022) siang. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) jatuh untuk hari kelima berturut-turut dan investor mulai khawatir dengan tekanan data inflasi AS yang diprediksi semakin tinggi. Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB, 8 aset kripto berkapitalisasi […]