DUH: Kapolres 'Ngamuk', Camat Dibentak, Pergelaran Wayang pun Dibubarkan

Editor :
Kapolres yang marah segera membubarkan pergelaran wayang di Blitar, Rabu (16/9/)./suarajatim.id/farian.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kapolres Blitar membentak Camat Talun gegara bikin acara wayang di tengah pandemi tanpa izin. Acara dengan tujuan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) itu malah dilanggar dengan dihadiri banyak masyarakat.
Begitu tahu acara itu dilakukan melalui prokes yang ditoleransi, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengamuk dan mengambil mik lalu membubarkan acara.
“Anda tahu tidak kalau Blitar ini (jumlah pasien) terus nambah? Acara ini juga tidak ada izinnya,” kata Fanani saat mengambil panggung, Rabu (16/9).
Saking jengkelnya, Camat Talun yang ada di lokasi juga disemprot. Tak cukup di situ, begitu bubar, gedung serbaguna yang dipakai untuk wayang itu dipasang garis polisi.
Dari banner yang terpasang, acara pergelaran wayang kulit kolaborasi itu bertujuan untuk menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, nyatanya agenda itu tak demikian.
Hal ini diperparah dengan lokasi gedung pertunjukan tak jauh dari Mapolsek Talun. Imbasnya, Kapolsek pun dicopot saat itu juga.
Pembubaran acara ini berlangsung dalam operasi yustisi yang dilakukan gabungan. Selain polisi, ada TNI, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar yang ikut dalam operasi itu.
Selain membubarkan paksa pergelaran wayang kulit, sejumlah warung kopi turut menjadi sasaran polisi. Pengunjung warung kopi yang terlihat tak acuh dengan prokes langsung ditindak.
Sepeda motor pengunjung yang tak dilengkapi surat kendaraan turut disita petugas. Setidaknya 17 sepeda motor ditahan, 11 orang dikenai tipiring, dan 8 lokasi di-police line termasuk gedung serbaguna di Talun.
Operasi yustisi itu, kata Fanani, merupakan penegakan hukum dari Inpres 6 Tahun 2020 dan Pergub Jatim Nomor 53 Tahun 2020.
“Jadi warung atau kafe yang tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, tidak menjaga jarak, tidak pakai masker, kita tutup total,” ujar Abituren Akpol 2000 tersebut.
Data di Pemkab Blitar per Selasa (15/9), jumlah akumulatif pasien Covid-19 ada 487 orang. Jumlah itu terdiri atas 405 pasien sembuh, 44 sedang diobservasi, sedangkan 38 lainnya meninggal dunia.
“Siapa pun yang melanggar aturan protokol kesehatan akan kami tindak. Kami tidak tebang pilih,” katanya, sepeti dilansir SuaraJatim.id. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Usman: Hoaks, RT dan RW se-Kabupaten Bandung Akan Diumrahkan 

Kam Sep 17 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Hj. Kurnia Agustina Naser dan H. Usman Sayogi (NU) akan memberikan reward kepada ketua RT dan RW yang berprestasi dalam melaksanakan kinerja melayani masyarakat. Hal tersebut disampaikan Usman Sayogi kepada wartawan saat ditemui di salah satu kedai kopi di […]