Search
Close this search box.

Duka Cisarua: 50 Kantong Jenazah, Tim DVI Terus Bekerja Mengungkap Identitas

Petugas gabungan mengevakuasi material longsor sambil melanjutkan pencarian korban di kawasan permukiman terdampak longsor Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (28/1/2026)./source:AFP.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG — Di balik hiruk-pikuk alat berat dan pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bogor, ada proses senyap yang tak kalah penting: mengembalikan identitas para korban kepada keluarganya. Hingga Selasa sore, tim Disaster Victim Identification (DVI) telah menerima 50 kantong jenazah, dan 34 di antaranya berhasil dipastikan identitasnya.

Tiga korban terbaru yang teridentifikasi adalah Wati alias Enok (58) yang dikenali melalui sidik jari dan tanda medis, Bayu Nurcahya (33) melalui sidik jari dan data gigi, serta Epon (30) berdasarkan sidik jari, gigi, dan data medis. Proses ini menjadi penghubung terakhir antara keluarga dan orang-orang tercinta yang hilang tertimbun longsor.

“Ia menegaskan, proses identifikasi akan terus dilanjutkan melalui tahapan post-mortem dan ante-mortem hingga seluruh jenazah berhasil dipastikan identitasnya,” kata Iwansyah.

Seiring bertambahnya korban yang teridentifikasi, proses penyerahan kepada keluarga juga terus dilakukan. Hingga kini, 30 jenazah yang telah teridentifikasi sebelumnya sudah diserahkan, termasuk empat korban yang baru dipastikan identitasnya. Penyerahan dilakukan secara bertahap untuk memastikan ketepatan data sekaligus memberi ruang bagi keluarga menjalani proses pemakaman.

Sementara itu, data warga terdampak juga mengalami pembaruan. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut jumlah warga terdampak meningkat dari 34 kepala keluarga atau 133 jiwa menjadi 35 kepala keluarga dengan total 155 jiwa. Dari jumlah tersebut, 75 orang dinyatakan selamat, sementara 80 lainnya masih dalam proses pencarian.

“Di mana kalau tadi pagi informasi terakhir yang saya konfirmasi bahwa telah teridentifikasi 27 jenazah yang sudah diserahterimakan kepada keluarga,” kata Syafi’i usai rapat di Komisi V DPR, Selasa sore.

Upaya pencarian melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan yang disiagakan di lokasi bencana. Namun karena kondisi tanah yang masih labil dan berisiko, hanya sekitar 250 personel yang diterjunkan langsung setiap harinya. Fokus pencarian kini dipusatkan di area permukiman warga yang tertimbun, titik utama dari 35 kepala keluarga yang terdampak longsor.

Baca Juga :  Derby Panas Jadi Ujian Awal Igor Tudor di Spurs, Energi Baru atau Risiko Besar?

Di tengah situasi darurat, pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi keluarga korban. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan santunan akan diberikan kepada ahli waris korban meninggal maupun korban luka berat.

“Untuk santunan bagi yang korban meninggal Rp15 juta rupiah, untuk yang luka-luka berat Rp5 juta,” ujar Gus Ipul usai rapat di Komisi VIII DPR, Selasa sore.

Selain santunan, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan logistik, mendirikan dapur umum, serta menyiapkan dukungan rehabilitasi hunian. Pemerintah juga akan memberikan bantuan pengisian rumah bagi warga terdampak.

“Itu nanti ada bantuan dari kami untuk isian rumah sebesar Rp3 juta. Untuk isian rumah, untuk membeli perabotan rumah tangga,” katanya.

Saat ini Kemensos masih menunggu data resmi dari pemerintah daerah dan akan berkoordinasi dengan BNPB serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk proses rehabilitasi tempat tinggal. Di tengah upaya besar itu, satu hal tetap menjadi harapan utama keluarga korban: kepastian. Setiap identifikasi bukan sekadar pencatatan data, melainkan kepulangan yang telah lama ditunggu. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :