VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarif Muhammad mengatakan bila ia mendukung penuh langkah PSSI untuk menaturalisasi empat atlet timnas putri Indonesia.
Keempat pemain yang diajukan PSSI melalui Kemenpora tersebut adalah Emily Julia Frederica Nahon, Isa Guusje Warps Veldhoven, Iris Joska de Rouw, dan Felicia Victoria de Zeeuw Delft.
Habib menyatakan bila naturalisasi empat atlet timnas putri tersebut menjadi harapan baru bagi persepakbolaan perempuan Indonesia.
“Ini merupakan langkah maju dan sebetulnya sepak bola wanita atau perempuan itu pernah kita miliki beberapa puluh tahun yang lalu, malah tidak sedikit dari kalangan artis. Mudah mudahan bisa dihidupkan kembali klub-klub sepak bola perempuan,” kata Habib melalui keterangan yang diterima, Selasa (27/5/2025).
Politisi Senior PKB tersebut menyatakan bila calon-calon atlet sepak bola perempuan itu kebanyakan dari fakultas FPOK. Indonesia seperti diketahui memiliki beberapa UPI yang punya jurusan FPOK.
Menurutnya, FPOK banyak menampung calon, bukan calon-calon, pemain-pemain sepak bola perempuan untuk klub klub sepakbola perempuan.
“Namun tidak ada semacam wadah untuk bisa mereka mengembangkan lebih jauh,” ujarnya.
Legislator Dapil Jabar I tersebut menuturkan bila proses naturalisasi kepada empat pemain tersebut sesuai dengan kebutuhan posisi pemain tersebut.
“Ada beberapa hal yang mungkin belum kita miliki berkaitan dengan pemain-pemain sepak bola Indonesia. Yang pertama, postur dan gestur. Kalau kita lihat misalnya foto Isa, nampak ada semacam keluasan gerakan kaki,” tuturnya.
“Kemudian juga foto dari Emily, itu menunjukkan bahwa memang mereka merupakan person-person yang dilahirkan untuk pemain sepak bola,” sambungnya.
Menutup pernyataanya, Habib memberi apresiasi kepada Erick Thohir yang berusaha untuk menghidupkan kembali sepak bola perempuan Indonesia.
Menurutnya, ada satu hal yang unik, pemain-pemain Eropa walaupun perempuan tetapi tetap menjaga feministiknya. Salah satu indikator misalnya rambutnya yang rata-rata panjang rambutnya.
“Saya lihat dari 11 pemain Amerika, karena kemarin juaranya Amerika, kalau tidak salah juara dunia, itu 9 orang rambutnya panjang. Hanya 2 orang saja yang rambutnya pendek. Jadi mereka sangat menjaga feministiknya, tidak mengurangi fitrahnya,” tutupnya. @givary