DUNIA ISLAM: Tiga Faktor Pendukung Perkembangan Teknologi di Dunia Islam

Editor Nikmati Wadi Lajab, surga di tengah gurun./foto: berita arab/via ihram.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Penerapan teknologi yang sudah ada pada peradaban sebelumnya diambil alih untuk kemudian dikembangkan. Namun, hal ini tidak mungkin dilakukan jika tidak ada faktor internal yang mendorong aplikasi tersebut.

Setidaknya ada tiga faktor pendukung perkembangan teknologi di dunia Islam, yaitu perdagangan, pertanian, dan industri.

Fakta yang tak terbantahkan bahwa Islam dan bahasa Arab telah menjadi pemersatu wilayah yang begitu luas dan pemerintah yang sangat mendukung kegiatan ilmiah saat itu.

Posisi geografis antara Timur dan Barat, yang membentang baik di laut maupun di darat, berada di bawah kendali dinasti Islam. Akibatnya, pelabuhan seperti Baghdad, Basra, Zero, Kairo, dan Alexandria telah berkembang menjadi pusat perdagangan yang aktif. Ke Timur, para pedagang muslim berlayar ke China dan Indonesia.

Di Barat, mereka mencapai Spanyol dan Maroko. Laporan perjalanan Sulaiman di Tajir of Siraf dalam bukunya Silsilah at Tawarikh (kronologi sejarah) mencatat komunikasi maritim pertama yang terjadi antara pedagang muslim, India, dan China. Pedagang muslim membawa kurma, gula, kapas, dan wol, peralatan baja, gelas. Mereka kemudian mengimpor sutra, rempah-rempah, kayu hitam, dan gading.

Dari perdagangan inilah terjadi transfer teknologi. Kontak dengan China, misalnya, adalah media kertas, kompas, dan teknologi mesiu. Selain berdampak pada perkembangan teknologi navigasi, baik konstruksi kapal maupun teknik navigasi, perdagangan ini kemudian menjadi sumber kemakmuran yang bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan.

Para pedagang mendapatkan kelebihan laba untuk berinvestasi di bidang pertanian. Barang-barang ekspor melipatgandakan pertumbuhan industri.

Adapun industri yang berkembang adalah permadani, sutra,wol, satin, brokat, perabotan rumah tangga, dan alat-alat dapur. Kemudian pabrik yang tercatat muncul seperti pabrik gelas, keramik, kertas, gula, dan sabun. Produk yang dihasilkan dunia Islam dipasarkan dari Asia Barat, Eropa, dan Timur Jauh.

Baca Juga :  Puan Minta Pemerintah Gencarkan Edukasi Publik soal Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Geografer al Makdisi dalam Ahsan at Taqasim fi Marifat al aqalim (pembagian-pembagian terbaik dalam mengenal provinsi) mencatat kegemilangan industri dunia Islam yang meliputi sabun, karpet, lampu tembaga, timah hitam, gunting, jarum, pisau pedang dan panah.

Will Durant seorang sejarawan yang menilis The Story of Civilization mengakui di bawah pemerintahan Islam, Asia Barat mencapai puncak kemajuan industri dan kesejahteraan komersial yang tak tertandingi Eropa Barat pada abad ke-16.

Pada saat yang sama, pertanian juga mendapat perhatian penting untuk berkembang di masa Abbasiyah.

Aktivitas pertanian membutuhkan pengembangan dan pemeliharaan jaringan kanal yang sudah dibangun sebelumnya. bersamaan dengan itu, muncul kebutuhan untuk memacu perkembangan industri pertanian, lalu munculnya industri tekstil, parfum, dan gula.

Pertumbuhan industri ini pada akhirnya meningkatkan volume perdagangan. Dengan demikian, perdagangan, industri, dan pertanian menjadi tiga aktivitas terkait yang saling mendukung dalam perkembangan teknologi peradaban Islam.

Sementara itu, perluasan wilayah juga menimbulkan revolusi yang berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan seperti produksi pertanian, kependudukan, pertumbuhan kota, distriusi tenaga kerja, dan masakan.

Jelas bahwa tidak satu pun aspek-aspek ini yang berkembang tanpa disertai perkembangan teknologi. @fen/sumber: ihram.co.id/disarikan dari ensiklopedia tematik dunia islam

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pengamat: BPKH Harus Masif Sosialisasikan Dana Haji

Ming Jun 6 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pengamat haji dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi meminta Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) untuk lebih masif lagi dalam melakukan sosialisasi terkait pengelolaan dana haji. Dengan tertundanya keberangkatan jemaah tahun ini, menurut dia, masyarakat semakin banyak yang resah terkait pengelolaan dana haji. Apalagi, kata dia, kerap […]