EB, Si Tukang Cilok Tega Membunuh karena Terlilit Utang Rp 3 Juta

Editor EB saat digiring petugas./visi.news/ayi kuraesin
Silahkan bagikan

– “Saya punya utang sebesar Rp 3 juta. Selama ini terus ditagih, namun penghasilan dari jualan cilok tidak mampu untuk membayar utang.”

VISI.NEWS – EB alias Aan (38) tukang cilok asal Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap perempuan muda berinisial KA alias Dede Risna (21) dan mayatnya dibuang ke kolam kini sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan.

Ketika ditanya, EB mengaku selama ini dirinya terpaksa melakukan pembunuhan itu karena ingin mendapatkan barang dari korban. Niatnya untuk membayar utang di kampung.

“Saya punya utang sebesar Rp 3 juta. Selama ini terus ditagih, namun penghasilan dari jualan cilok tidak mampu untuk membayar utang,” kata EB kepada wartawan, Rabu (2/9).

Menurut EB, karena merasa tertekan terus ditagih, akhirnya nekat melakukan kejahatan. Awalnya dirinya menduga barang yang dibawa korban berharga, ternyata hanya pakaiana yang dibungkus kantong plastik.

“Saya sangat menyesal melakukannya. Saking gelap mata terpaksa harus mencuri. Tetapi korban malah menjerit-jerit dan saya cekik dan memukulnya,” tuturnya.

Dikatakan EB, saat itu bertemu dengan korban di Cilembang, Kota Tasikmalaya yang sedang mencari alamat. Terlihat korban membawa bungkusan dalam kantong plastik. Hingga akhirnya terlintas pikiran jahat untuk mendapatkan bungkusan itu.

Dirinya berpura-pura menawarkan jasa untuk mengatar korban ke alamat yang dituju. Ternyata korban merespons tawaran itu. Namun bukannya diantar ke alamat yang dituju, korban dibawa ke tempat yang sepi.

Di tempat sepi itulah, dirinya memaksa korban untuk menyerahkan barang dalam kantong plastik yang dibawanya. Namun korban tidak mau menyerahkan dan berteriak. Hal tersebut membuat dirinya panik hingga akhirnya mencekik korban hingga lemas.

Baca Juga :  Densus 88 Polri Tangkap 6 Terduga Teroris di Solo Jateng

Selanjutnya, korban diseret ke arah kolam sekitar 20 meter. Ketika diperiksa ternyata masih hidup dan dipukul wajahnya. Korban pun dimasukkan ke dalam kolam ikan. Setelah itu dirinya meninggalkan korban dan membawa barang miliknya.

“Saya mencekik korban sampai kondisinya lemas. Korban pun diseret menuju kolam, namun karena melihat masih hidup korban dipukul di bagian wajahnya dan dimasukan ke kolam,” tuturnya.

Dikatakan dia, barang-barang yang ada dalam kantong plastik beberapa potong pakaian. Barang tersebut dijual ke pasar loak seharga Rp 115.000. Uang tersebut digunakan bekal selama pelarian. Setelah uangnya habis dirinya pulang ke rumahnya di Cipatujah dan berhasil ditangkap polisi.

Seperti diketahui, jenazah korban ditemukan dengan kondisi sudah tewas di kolam ikan di Kelurahan Sukamajukaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7) lalu. Jasad tersebut mengambang dalam posisi telungkup di kolam ikan yang terletak di pinggir jalur rel kereta api.

Ketika ditemukan mengenakan kaos berwarna hijau dan celana jin. Korban juga membawa beberapa pakaian lain di dalam tas kresek. Saat ditemukan, mayat itu telah mengeluarkan bau tak sedap.

Setelah lebih dari seminggu dan usai dilakukan autopsi, jasad wanita muda itu akhirnya dimakamkan tim Pemulasaran RSUD dr Soekardjo di Tempat Pemakaman Umum Asha Rasyida, Kecamatan Kawalu. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KBA SMAN Cimindi-13 Kota Bandung Serahkan 150 Paket Sembako

Rab Sep 2 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Keluarga Besar Alumni (KBA) SMAN Cimindi-13 Kota Bandung menyerahkan sembako sebanyak 150 paket kepada SMAN 13 yang diterima Kepala Sekolahnya, Isnaeni Zakiah, S.Pd., M.M.Pd., dan humasnya Dede di Jalan Raya Cibeureum, No 52, Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu (2/9/2020). Sembako 150 paket itu (ralat: bukan 145 […]