Eijkman: Tipe Virus Corona di RI Sama dengan Negara Lain

Ilustrasi./antara/ari bowo sucipto.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Wakil Kepala LBM Eijkman Herawati Sudoyo menegaskan tipe virus SARS-CoV-2 hasil whole genome sequence (WGS) dari pasien di Indonesia tidak berbeda dengan virus SARS-CoV-2 di negara lain.

Menurut Herawati, genom virus pasien di Indonesia memiliki sejumlah persamaan dengan genom virus dari pasien corona di sejumlah negara.

“Tipe virus kita tak berbeda dengan lainnya,” ujar Herawati, Rabu (20/5), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Hera menyampaikan pihaknya telah mengirim tujuh sampel WGS ke Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data (GISAID). Sebanyak enam sampel masuk di clade Others, yang artinya bukan clade G, V dan C. Sedangkan 1 sampel sisanya masuk clade G.

Meski demikian, Hera menjelaskan persentasenya sampel yang masuk di clade G sebesar 65 persen dari total. Sedangkan sampel di clade S sebesar 23 persen dan V sebesar 10 persen.

“Jadi nggak beda kan? Clade O itu 12 persen. Yang belum kita tahu pasti sih clade O itu,” ujarya.

Lebih lanjut, Hera mengaku pihaknya belum mengetahui apakah vaksin yang dikembangkan saat ini hanya akan spesifik untuk Indonesia. Oleh karena itu, dia berkata pihaknya melakukan WGS untuk mencari karakteristik genetik virus.

“Apabila dari itu mungkin sekitar nantinya 100 sequence diperoleh ada yang spesifik, mungkin kita bisa bicara,” ujar Hera.

Di sisi lain, Hera enggan berkomentar perihal sampel genom yang juga dimiliki oleh Universitas Airlangga dan juga dikirim ke GISAID.

Dia menyampaikan ada suatu badan juga yang melakukan analisis data genom di dunia, yakni NEXSTRAIN yang juga memberikan gambaran migrasi.

Sebelumnya, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan terdapat 13 hasil urutan sampel virus genom atau WGS virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dikirim Indonesia ke lembaga global GISAID.

Ke-13 hasil urutan genom tersebut terdiri atas tujuh hasil whole genom sequencing dari Eijkman, dan enam hasil whole genom sequencing dari Universitas Airlangga.

GISAID sendiri merupakan institusi yang dibuat oleh Pemerintah Jerman dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional untuk mempelajari data genetika virus. Lembaga tersebut terbiasa melakukan studi ribuan genom virus atau mikroba penyebab wabah dunia, termasuk saat ini virus corona SARS-CoV-2.

“Sudah dilaporkan ke GISAID awalnya tiga (whole genom sequencing) terus kami sudah ‘submit’ (kirim) lagi jadinya ada tujuh dari Eijkman,” kata Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio mengutip Antara, Senin (11/5). @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hasil Sidang Isbat Tetapkan IdulFitri Minggu 24 Mei

Jum Mei 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah ditetapkan jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Penetapan ini dilakukan setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat hari ini, Jumat (22/5). Hasil sidang isbat menyatakan bahwa hilal atau penentu datangnya bulan baru penanggalan hijriah belum tampak. Karena itu Ramadan digenapkan atau disempurnakan menjadi 30 hari […]