VISI.NEWS | JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio buka suara usai video parodinya saat berakting menjadi DJ sound horeg viral di media sosial.
Menurut Eko, video parodi itu dibuat tanpa maksud buruk maupun untuk menantang masyarakat seperti yang selama ini dituduhkan. Meski begitu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik apabila unggahan itu dianggap melukai perasaan masyarakat.
“Enggak ada (maksud apa-apa). Malah jauh banget itu (tafsirnya). Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaflah,” ujar Eko dikutip dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Adapun video itu Eko buat untuk membalas kritikan masyarakat yang mengkritisinya berjoget dalam Sidang Tahunan MPR 2025.
Bukannya meredam komentar negatif, Eko justru mengunggah video parodi yang dinilai warganet sebagai bentuk respons menantang.
Melalui akun TikTok pribadinya @ekopatriosuper, ia mengunggah sebuah video parodi yang menampilkan dirinya sedang berakting menjadi DJ yang menyetel musik dengan sound horeg.
Setelah musik terputar, kamera menyorot beberapa orang lain yang mengenakan seragam partai berjoget seolah menikmati musik yang diputar Eko.
Video itu disertai dengan tulisan yang menyinggung kontroversi sebelumnya.
“Biar jogednya lebih keren pakai sound ini aja,” tulis Eko dalam keterangan unggahan tersebut.
Asal-usul pembuatan video
Eko menceritakan, video itu dibuat saat pembubaran panitia 17 Agustus di partainya.
Ia menegaskan tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan video itu.
“Enggak ada maksud apa-apa. Memang itu kemarin kan kita acara pembubaran panitia 17 Agustus-an,” imbuhnya.
Viral video anggota DPR joget di Sidang Tahunan MPR
Eko Patrio dan sejumlah anggota DPR lainnya sempat menjadi sorotan publik karena berjoget di sela rangkaian Sidang Tahunan MPR.
Saat itu, beberapa anggota Dewan berdiri dan berjoget mengikuti lagu daerah Sajojo dan Gemu Fa Mi Re.
Aksi joget anggota Dewan kemudian beredar luas di media sosial dan dinilai tidak peka dengan penderitaan masyarakat. @desi












