Eksperimen Pelapisan Penahan Panas Diimplementasikan di Area Jamarat di Mina

Editor Pihak berwenang Saudi sedang mengimplementasikan proyek untuk menerapkan lapisan penahan panas di tempat-tempat suci di Mekkah. /saudigazette
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | MEKKAH – Pihak berwenang Saudi sedang melaksanakan proyek untuk menerapkan lapisan penahan panas di tempat-tempat suci di Mekkah.

Otoritas Umum untuk Jalan (GAR), bekerja sama dengan Kementerian Kota, Pedesaan dan Perumahan, dan sejumlah otoritas terkait, telah menerapkan percobaan ini di area rajam Jamarat dengan tujuan memberikan kelonggaran bagi para jamaah selama ziarah haji tahunan yang akan datang yang bertepatan dengan musim panas yang ekstrem.

Proyek ini seperti dikutip dari Saudi Gazette, Senin (20/6/2023), dilaksanakan atas dasar percobaan studi penelitian pada pendinginan permukaan aspal di tempat suci. GAR, bermitra dengan Kementerian Kota, Urusan Pedesaan, dan Perumahan, telah menguji coba teknologi ini beberapa bulan lalu di wilayah Riyadh.

Eksperimen ini dilakukan mengingat jalanan menyerap suhu pada siang hari, sedangkan suhu jalan terkadang mencapai 70 derajat Celcius. Jalanan secara ilmiah mengeluarkan panas ini di malam hari. Ini dikenal sebagai fenomena ilmiah yang disebut ‘pulau panas’ yang mengarah pada peningkatan konsumsi energi dan polusi udara.

Eksperimen penelitian didasarkan pada penanganan ‘fenomena pulau panas’ dengan menggunakan perkerasan dingin dengan bahan buatan sendiri yang memiliki kemampuan menyerap radiasi matahari dalam jumlah yang lebih kecil. Tingkat suhu permukaannya lebih rendah daripada perkerasan tradisional, dan bahan ini cocok untuk jalan di sekitar kawasan pemukiman.

Eksperimen ini bertujuan untuk menurunkan suhu di lingkungan dan pemukiman penduduk, serta menurunkan energi yang digunakan untuk mendinginkan bangunan dan mengurangi efek perubahan iklim. Teknologi ini berkontribusi dalam menyediakan lingkungan yang lebih nyaman di ruang tunggu dan area tempat orang berkumpul.

Patut dicatat bahwa Walikota Makkah telah menerapkan proyek keren pada tahun 2019 dengan menggunakan lapisan aspal sebagai cara untuk mengurangi panas di tempat-tempat suci. Proyek tersebut meliputi pelapisan jalan pejalan kaki menuju kompleks Jamarat. Pelapisan dilakukan di area seluas kurang lebih 3.500 meter persegi untuk membantu mengurangi suhu jalan dan untuk melayani jamaah.

Baca Juga :  JAKARTA PUNYA CERITA: Preman Paling Ditakuti dan Dua Jagoan Penguasa Pelabuhan Tanjungpriok

Proyek yang dikerjakan bekerja sama dengan perusahaan Jepang Sumitomo Corporation ini bertujuan untuk menurunkan suhu permukaan jalan setapak di kawasan Shuaibin. Proyek tersebut bertujuan untuk memberikan penurunan suhu dari 15 menjadi 20 derajat Celcius, dimana suhu akan direkam setiap 10 detik selama musim melalui sensor yang ditempatkan di bawah aspal.

GAR berupaya mengembangkan penelitian dan eksperimen praktis yang berkontribusi untuk meningkatkan pengalaman pengguna jalan, dan mencapai tujuan strategi sektor jalan, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan sektor jalan, serta meningkatkan kualitas jalan jaringan dan pengalaman penggunanya.@nia/saudigazette

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

20 Peserta Lolos Seleksi Beasiswa Kuliah di Al Azhar, Berikut Nama-namanya

Sel Jun 20 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Agama mengumumkan hasil akhir seleksi penerima beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir, 2023. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan, ada 20 peserta yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mendapatkan beasiswa. ”Alhamdulillah, seleksi penerima beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir sudah selesai. […]