Emak-emak Nekat Buka Portal Pintu Masuk ke Pantai Rancabuaya

Sejumlah emak-emak memaksa membuka portal masuk menuju kawasan wisata Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Tindakan ini dipicu rasa kesal karena mereka menganggap penurunan penghasilan akibat penutupan portal sehingga kurang pengunjung./visi.news/zaahwan arie
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dipicu rasa kesal akibat penghasilannya yang merosot tajam, puluhan emak-emak nekat membuka portal pintu masuk ke objek wisata Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Diketahui, emak-emak tersebut ternyata pedagang musiman di kawasan Pantai Rancabuaya yang mengira penurunan penghasilannya terjadi akibat ditutupnya akses masuk.

Video emak-emak yang nekat membuka portal pintu masuk itu pun sempat beredar luas di media sosial WhatsAp. Semula warga menduga emak-emak yang ngamuk dan nekat membuka portal itu adalah seorang pengunjung yang kesal karena tak bisa masuk ke kawasan objek wisata Pantai Rancabuaya.

Dalam video berdurasi 12 detik itu, terlihat sejumlah emak-emak nekat menggeser water barrier yang dijadikan alat blokir jalan. Setelah portal terbuka, ‘pasukan’ emak-emak tersebut kemudian mempersilakan mobil pick-up yang mengangkut pengunjung agar masuk ke kawasan pantai.

Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat, membenarkan adanya emak-emak yang membuka paksa portal pintu masuk ke kawasan objek wisata Pantai Rancabuaya.

Namun, menurut Muslih, emak-emak tersebut bukan pengunjung, melainkan para pedagang musiman yang biasa mangkal di kawasan objek wisata Pantai Rancabuaya.

“Emak-emak tersebut kesal karena akhir-akhir ini penghasilannya berkurang akibat sepinya pengunjung ke kawasan Pantai Rancabuaya. Ia mengira sepinya pengunjung akibat penutupan portal padahal hal ini dampak dari pandemi Covid-19,” ujar Muslih, Rabu (27/5).

Dikatakan Muslih, berdasarkan laporan dari Kapolsek Caringin, emak-emak tersebut datang pada Selasa (26/5) sekitar pukul14.00 WIB. Mereka memaksa agar portal terus dibuka dengan harapan ada pengunjung yang datang dan membeli dagangan mereka.

Namun, permintaan emak-emak itu tak bisa dipenuhi oleh petugas dengan berbagai pertimbangan hingga akhirnya mereka membuka paksa portal.

Baca Juga :  23 Nakes di RSHS Bandung Terpapar Covid Sepanjang Juni 2021

Melihat hal itu, petugas tak bisa berbuat banyak karena tak ingin terjadi keributan.

Muslih menerangkan, petugas memang melakukan pembatasan pengunjung guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pembatasan hanya dilakukan terhadap para pengunjung yang berasal dari luar seperti Bandung dan Cianjur sedangkan wisatawan lokal masih diperbolehkan masuk.

“Mereka mengeluhkan penurunan penghasilan yang sangat drastis dibandingkan Lebaran tahun lalu. Sementara suami mereka pun tak punya penghasilan karena tak bisa melaut akibat gelombang tinggi,” katanya.

Kondisi itulah menurut Muslih, yang membuat mereka kesal hingga akhirnya melakukan protes atas penutupan portal pintu masuk ke kawasan pantai.

Namun setelah mereka mendapatkan penjelasan dari petugas, emak-emak itu pun akhirnya mengerti. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menag: Tahap Awal New Normal, Masjid Hanya buat Salat

Rab Mei 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, pemerintah mengizinkan rumah peribadatan untuk kembali dibuka saat tatanan normal baru nanti diterapkan. Namun, untuk tahap awal, tempat ibadah tersebut hanya dapat digunakan untuk beribadah seperti salat, sedangkan untuk pemberian ceramah atau kultum belum diizinkan. “Masalah edukasi, katakanlah ceramah kultum di rumah ibadah, termasuk […]