Search
Close this search box.

Emas Menggila! Perang Israel-Iran Picu Ancaman USD 6.000

Ilustrasi./visi.news/sahabat pegadaian.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Ketegangan militer antara Israel dan Iran yang turut menyeret kepentingan Amerika Serikat dinilai meningkatkan ketidakpastian global secara signifikan. Situasi ini mendorong investor global memburu aset safe haven seperti emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka di tengah gejolak geopolitik.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai, jika konflik terus berkepanjangan, harga emas dunia berpotensi menembus level ekstrem. “Kalau perang ini masih terus bercamuk, kemungkinan besar level USD 6.000 per troy ounce bisa tercapai di bulan Maret,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, lonjakan harga emas tidak hanya dipicu faktor geopolitik. Ketegangan perang dagang juga menjadi sentimen tambahan yang memperkuat reli logam mulia. Kebijakan proteksionisme kembali mencuat dan menciptakan bayang-bayang perlambatan ekonomi global.

Nama Donald Trump kembali disebut dalam dinamika tersebut. Mantan Presiden AS itu dikabarkan masih berencana menerapkan tarif impor 15 persen terhadap negara mitra dagang, kebijakan yang dinilai berpotensi memicu ketidakpastian baru di pasar internasional.

Di sisi lain, arah kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve, turut menjadi perhatian pelaku pasar. Ibrahim menilai peluang penurunan suku bunga pada 2026 masih terbuka, terutama setelah masa kepemimpinan Jerome Powell berakhir dan digantikan figur baru.

Ia menyinggung nama Kevin Warsh sebagai kandidat yang berpotensi mendorong pelonggaran moneter lebih agresif. “Kalau suku bunga diturunkan lebih banyak, emas akan kembali naik karena dolar melemah dan likuiditas bertambah,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, harga emas dunia diperkirakan bisa mengalami lonjakan awal (gap up) ke level USD 5.500 per troy ounce. Jika konflik Timur Tengah berlanjut dan kebijakan suku bunga benar-benar melonggar, kenaikan lanjutan menuju USD 6.000 per troy ounce dinilai sangat terbuka.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Polisi Amankan Tiga Tersangka Peredaran Obat Terlarang dan Tembakau Sintetis

Dampaknya turut terasa di pasar domestik. Pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi mendekati Rp 17.000 per dolar AS diperkirakan memperkuat lonjakan harga emas batangan di dalam negeri. Harga logam mulia bahkan diprediksi bisa menembus Rp 3.500.000 per gram pada Maret mendatang.

“Fundamental inilah yang mempengaruhi harga emas dunia maupun logam mulia. Kombinasi perang, perang dagang, dan kebijakan suku bunga akan membuat harga emas terus naik,” tegas Ibrahim.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :