Search
Close this search box.

Empat Kecamatan Porak Poranda, Sitaro Masuki Masa Tanggap Darurat Usai Banjir Bandang

Petugas BPBD dan relawan mengevakuasi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) dini hari./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SITARO – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat di empat kecamatan. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari guna mempercepat penanganan dan penyelamatan warga terdampak.

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menyatakan bahwa penetapan status ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan mobilisasi sumber daya, termasuk bantuan logistik dan personel.

“Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi,” ujar Chyntia dalam surat edaran resmi, Selasa (6/1/2025).

Status tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Empat kecamatan yang terdampak paling parah yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Menurut Bupati Chyntia, masa tanggap darurat akan difokuskan pada evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pembukaan kembali akses jalan yang terputus.

“Penanganan status tanggap darurat hidrometeorologi berlangsung selama 14 hari untuk menjamin keselamatan masyarakat dan pemulihan layanan dasar,” lanjutnya.

Sementara itu, BPBD Kepulauan Sitaro mencatat banjir bandang terjadi pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita, dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Akibat bencana ini, 13 orang dilaporkan meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka, dan 3 orang masih dalam pencarian.

Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan akses jalan utama terputus, rumah warga rusak, serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan parah, sehingga menghambat distribusi bantuan ke lokasi terdampak.

Baca Juga :  Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Minggu 10 Februari 2026

BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan kini masih melakukan pencarian korban hilang serta pembersihan material banjir, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :