Empat Penyelundup Satu Ton Sabu di Pangandaran Dituntut Hukuman Mati

Editor Terdakwa dugaan penyelundup sabu 1 ton lebih di Pangandaran kaget saat mendengar dituntut hukuman mati. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Keempat terdakwa kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat satu ton lebih yang berhasik digagalkan Dirnarkoba Polda Jabar, dituntun hukuman mati.

Sidang tuntutan yang dibacakan JPU Kejati Jabar dan Kejagung tersebut digelar di PN Kelas IA Bandung Jalan R.E. Martadinata Kota Bandung, Selasa (8/11/22).

“Ya, ke-empat terdakwa yakni Mahmud Barahui (WNA Afghanistan), Hendra Mulyana, Heri Herdiana dan Andri Hardiansyah, dituntut hukuman mati,” kata salah seorang JPU, Rika.

Ke-empat terdakwa telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika sebagaimana dakwaan pertama.

“Sementara dakwaan kedua Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman pidana mati,” sambungnya.

Selain itu, sejumlah alat bukti selain sabu seberat satu ton lebih yang didapat dari tangan ke-empat terdakwa diantaranya satu unit mobil dan perahu serta sepucuk senjata airsoftgun milik Hendra disita untuk negara.

“Berikut dengan alat bukti lainnya, namun dua unit mobil lainnya yang juga digunakan untuk mengangkut sabu dari Pantai Mandasari Parigi Pangandaran, dikembalikan karena milik rental,” ungkap Rika.

Atas tuntutan JPU tersebut, ke-empat terdakwa nampak kaget dengan ancaman tuntutan hukuman pidana mati tersebut, dan menyerahkan sepenuhnya terhadap tim kuasa hukum para terdakwa.

“Kami menyerahkan sepenuhnya terhadap pengacara kami untuk membuat pembelaan secara tertulis, dan memohon agar diijinkan mengajukan pembelaan secara lisan pada sidang berikutnya,” singkat salah seorang terdakwa, Hendra.@eko

Baca Juga :  Bungkam Atletico Madrid, Barcelona U-18 Juara IYC 2021

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Dosen UI: Pemerintah Tidak Boleh Menagih Utang BLBI Secara Sewenang-wenang

Sel Nov 8 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Perkara gugatan salah sita aset BLBI yang diajukan oleh Grup Bogor Raya terhadap Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta (PUPN) berlanjut. Grup Bogor Raya menggugat penyitaan yang dilakukan oleh Pemerintah lantaran bidang-bidang tanah yang disita salah sasaran, karena alih-alih menyasar aset milik Obligor BLBI […]