Epidemiolog UI: Wajib Tes PCR bagi Penumpang Pesawat Sudah Tepat

Editor :
Ilustrasi penumpang pesawat./pixabay/stocksnap/via suara.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Epidemiolog dari Universitas Indonesia Kamaluddin Latief menilai kebijakan wajib tes PCR bagi penumpang pesawat penerbangan domestik sebagai langkah yang tepat untuk mencegah penularan Covid-19.

Kamaluddin menyebut upaya skrining penumpang pesawat melalui tes PCR sebagai standar tertinggi tes Covid-19 akan mengurangi risiko penularan yang bisa saja terjadi di dalam pesawat.

“Kebijakan wajib tes PCR untuk penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 4-1) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) adalah keharusan dan dibutuhkan. Jika mengacu kepada tes Ovid-19, maka gold standarnya adalah PCR. Hal ini yang harus dipahami oleh semua pihak,” kata Kamaluddin, Selasa (26/10/2021), dilansir Suara.com.

“Jika kita memilih melakukan pelonggaran mobilitas, maka mau tidak mau screening ketat, dengan memilih jenis tes yang lebih sensitif yakni PCR adalah pilihan,” sambungnya.

Dia menyebut hal ini juga bisa mengantisipasi munculnya kasus gelombang ketiga dan masuknya beberapa varian baru dari luar negeri, maka sistem tracing dan karantina juga harus diperketat.

“Sanksi terhadap pelanggar juga harus dijalankan. Intinya, kita berupaya agar bisa membuat sistem yang mendekati ideal sesuai kapasitas optimal yang bisa kita lakukan,” tuturnya.

Kamaluddin mengingatkan, beberapa negara lain di sekitar Indonesia seperti Singapura tengah mengalami lonjakan kasus sehingga perlu kewaspadaan agar tidak meluas ke tanah air.

“Kita juga harus belajar dari Singapura, Inggris, dan Taiwan, yang memiliki kendali sistem, tes dan vaksinasi relatif baik, pada akhirnya tetap kembali mengalami lonjakan kasus. Kita harus belajar dari pengalaman seperti ini,” imbuhnya.

Diketahui, aturan wajib PCR bagi penumpang pesawat penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 4-1) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) sudah berlaku sejak 24 Oktober 2021

Baca Juga :  Garut Butuh 3,6 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas No. 21 tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 53 dan No. 54 Tahun 2021 dan 4 SE dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. 86, 87, 88 dan 89 Tahun 2021. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SELEB: Colek Jokowi, Inul Daratista Curhat Usaha Karaokenya Serupa Anak Tiri

Sel Okt 26 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | JAKARTA – Inul Daratista mengungkap keluh kesahnya sebagai pengusaha rumah karaoke kepada Presiden Joko Widodo. Sebab hingga saat ini, tempat usaha tersebut belum bisa dibuka. Padahal menurut Inul Daratista, tempat hiburan lain di Jakarta diperbolehkan beroperasi. Malah kini, ada yang tidak taat protokol kesehatan pun tetap bisa […]