F5 Mentransformasi Keamanan Aplikasi untuk Era Kecerdasan Buatan (AI)

Editor Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). /net
Silahkan bagikan
  • Peningkatan keamanan API (Application Programming Interface) atau Antarmuka Pemrograman Aplikasi) secara end-to-end terbaru dan kemampuan AI membuatnya lebih mudah bagi pengguna untuk melindungi aplikasi mereka yang didukung oleh AI.

VISI.NEWS | JAKARTA – Pada ajang AppWorld, konferensi keamanan dan delivery aplikasi terkemuka, F5 (NASDAQ: FFIV) mengumumkan beberapa kecanggihan terbaru yang dapat mengurangi kompleksitas di sisi perlindungan dan pemberdayaan aplikasi serta API yang mengalami peningkatan pesat di era digital ini.

Seiring AI mempercepat pertumbuhan aplikasi dan API yang saling terhubung, F5 memperkenalkan API code testing dan analisis telemetri yang terkoneksi ke Layanan F5 Distributed Cloud (XC), menjadikan solusi tersebut sebagai solusi keamanan API yang AI-ready dan paling komprehensif di industri. F5 juga mengumumkan bahwa komposisi AI akan terintegrasi dengan seluruh portofolio solusi di mana kemampuan intelligent ini akan dapat membantu melindungi pelanggan terhadap ancaman AI yang kompleks, sekaligus memudahkan dalam melindungi dan mengelola aplikasi yang berada di lingkungan multi-cloud.

“Banyak entitas perusahaan sudah menghadapi kompleksitas yang mengkhawatirkan dengan lanskap ancaman yang telah terus menerus berubah dengan cepat. Belum lagi adanya tekanan yang lebih besar untuk mengamankan dan menyediakan layanan AI, memperburuk situasi tersebut. Hal ini meningkatkan kekhawatiran berbagai posisi tim keamanan dan IT yang tidak dapat dihindari,” ujar François Locoh-Donou, Presiden dan CEO di F5. “Misi utama kami adalah menyediakan solusi yang mengurangi kompleksitas signifikan sehingga pelanggan kami dapat memfokuskan pada hal yang esensial: yaitu bisnis mereka. Kami menyediakan kemampuan teknologi baru yang memastikan pengguna kami siap untuk dengan AI, menjadikannya jauh lebih mudah bagi mereka untuk melindungi dan menggerakkan setiap aplikasi, setiap API, di mana pun.”

Baca Juga :  DPR Sahkan UU Provinsi Papua Barat Daya, Puan: Kini Indonesia Punya 38 Provinsi

Dalam laporan State of Application Strategy edisi 2024 mendatang, 88% perusahaan melaporkan bahwa mereka menerapkan aplikasi dan API di berbagai lokasi. Perusahaan-perusahaan ini telah menyadari bahwa tidak ada satu pun cloud yang sempurna untuk setiap aplikasi, sementara rancangan sistem hybrid dan multicloud menawarkan fleksibilitas yang diperlukan untuk menawarkan pengalaman digital modern saat ini dan memenuhi harapan pengguna yang sangat tinggi.

Penerapan aplikasi dan API yang terjadi saat ini tersebut telah menciptakan kompleksitas secara masif yang terus merambah ke dalam berbagai lingkungan aplikasi yang dimiliki perusahaan. Penelitian yang sama menemukan bahwa persentase perusahaan yang mengoperasikan aplikasi mereka di setidaknya enam lingkungan IT yang berbeda meningkat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir, menjadi 35%. Pada saat yang sama, aplikasi dan data krusial yang mengalir melalui aktivitas ini telah menjadi target yang disukai untuk serangan siber yang semakin canggih. Kompleksitas tidak hanya memperlambat operasi, tetapi juga memperluas area ancaman dan menciptakan risiko substansial bagi perusahaan.

F5 Distributed Cloud Services menawarkan pelanggan sebuah solusi keamanan API yang paling komprehensif dan terintegrasi dengan AI.

Seiring dengan pertumbuhan eksplosif volume aplikasi dan API yang didorong oleh AI, hal ini menambah kompleksitas dan tantangan keamanan baru yang signifikan yang harus diatasi oleh banyak perusahaan. Pengalaman digital yang didorong oleh AI termutakhir yang terdistribusi dalam perpaduan sumber data, model, dan layanan yang tersebar di lingkungan on-premises, cloud, dan edge, semua terhubung oleh jaringan API yang terus berkembang. Perlindungan terhadap koneksi API dan data didalamnya merupakan tantangan keamanan kritis yang harus dihadapi oleh perusahaan saat mereka menerapkan lebih banyak layanan yang didukung oleh AI.

Baca Juga :  Nyaris Terkejar Angka di Babak Kedua, Persib Melaju ke Semifinal Piala Menpora Usai Kalahkan Persebaya

Untuk mengatasi tantangan ini, XC Services kini menawarkan solusi keamanan API dengan integrasi AI yang paling komprehensif di skala perusahaan. Saat ini, perusahaan terpaksa menggunakan seperangkat alat dan kemampuan yang berbeda untuk memantau, mengamankan, dan mengelola API melalui siklus pengembangan aplikasi. Penambahan kemampuan yang baru saja diakuisisi dari inovator keamanan API, Wib, memungkinkan deteksi kerentanan dan observabilitas dalam proses pengembangan aplikasi, memastikan bahwa risiko telah diidentifikasi dan kebijakan telah diimplementasikan sebelum API masuk ke dalam proses produksi. Pada saat keamanan API belum memiliki urgensi dan kompleksitas yang sebesar ini, F5 mengurangi potensi pengguna untuk membayar dan mengelola solusi keamanan API secara terpisah dengan menawarkan layanan penemuan API, pengujian, manajemen postur, dan perlindungan runtime yang sesuai dengan kebutuhan- semua dalam satu platform.

Berikut adalah beberapa manfaat dari solusi keamanan API dalam satu siklus hidup penuh yang ditawarkan Distributed Cloud Services:
Mengurangi risk window untuk API terbaru dengan mengidentifikasi kerentanan dan menerapkan spesifikasi yang ketat dan akurat sebelum masuk ke tahap produksi.
Panduan tata kelola yang jelas dengan standarisasi real-time dan memiliki fitur compliance regulasi bagi tim operasi keamanan dan CISO.
API Discovery, termasuk API organisasi pihak ketiga dan tidak terkelola kelola dalam kode aplikasi, seperti pada properti internet publik, atau yang dirujuk dalam telemetri aplikasi.
Sebuah solusi tunggal baik untuk Discovery dan penegakkan protokol, kebijakan, dan konfigurasi dari kode hingga runtime.
“Dalam dunia bisnis dengan tingkat distribusi layanan yang tinggi dan saling terhubung saat ini, keamanan koneksi mendorong kegiatan strategi bisnis dan hal ini menjadi salah satu komponen terpenting dari keamanan perusahaan,” ujar Chris Steffen, Vice President of Research, EMA. “Seiring dengan percepatan pertumbuhan aplikasi dan API melalui AI, kemampuan untuk mengkonsolidasi tata kelola IT dan memiliki solusi Keamanan API yang menyeluruh dari awal hingga akhir akan menjadi keunggulan yang signifikan bagi setiap perusahaan.”

Baca Juga :  Meski Menyehatkan, Kenapa Bisa yang Bersepeda Meninggal Karena Serangan Jantung?

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Keamanan Distributed Cloud API, silakan kunjungi laman pendukung ini.

Memberdayakan Layanan AI di Seluruh Portofolio F5
Teknologi F5 memainkan peran kunci dalam mengelola data dari 40% aplikasi global, memungkinkan pengembangan solusi inovatif yang didukung oleh AI dan mengoptimalkan penggunaan data. Solusi terbaru F5 AI Data Fabric adalah landasan dalam membangun solusi inovatif yang membantu pelanggan membuat keputusan dengan informasi yang tepat dan bertindak lebih cepat. Telemetri dari Distributed Cloud Services, BIG-IP, dan NGINX akan menghasilkan pemahaman yang komprehensif, menghasilkan laporan real-time, mengotomatisasi tindakan, dan memberdayakan agen AI.

Pada tahun ini, F5 akan merilis asisten AI yang akan mengubah cara pelanggan berinteraksi dan mengelola solusi F5 menggunakan antarmuka bahasa yang natural. Didukung oleh F5 AI Data Fabric , alat ini akan berfungsi sebagai mitra cerdas bagi tim IT dan tim keamanan IT. Layanan F5 ini akan dengan mudah menghasilkan visualisasi data, mengidentifikasi anomali, melakukan kueri dan menghasilkan konfigurasi kebijakan, serta menerapkan langkah-langkah perbaikan. Selain itu, layanan tersebut akan bertindak sebagai manajer dukungan pelanggan terintegrasi, yang memungkinkan pelanggan untuk bertanya dan menerima rekomendasi berdasarkan pelatihan model dari basis pengetahuan produk secara keseluruhan.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jokowi Teken Perpres Publisher Rights, Ini Isi dan Tujuannya

Rab Feb 21 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau yang lebih dikenal dengan Publisher Rights. Perpres ini ditetapkan pada 20 Februari 2024 dan diumumkan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) […]