VISI.NEWS|BANDUNG -Federasi Sepak Bola Inggris mengambil langkah resmi menyusul pernyataan kontroversial yang disampaikan salah satu pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. Alih-alih menjatuhkan sanksi berat, The Football Association hanya memberikan teguran dan pengingat terkait tanggung jawab moral seorang figur publik dalam sepak bola.
Keputusan ini muncul setelah Ratcliffe menuai kritik luas akibat komentarnya soal imigrasi dalam sebuah wawancara. Ia menyebut Inggris telah “dijajah” oleh imigran dan mengaitkannya dengan tekanan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk politisi dan kelompok suporter.
Sebagai pemilik bersama klub raksasa Premier League, Ratcliffe dinilai membawa tanggung jawab sosial yang besar. FA disebut telah mengingatkan agar ia lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.
Dalam wawancara yang sama, Ratcliffe mengklaim populasi Inggris melonjak dari 58 juta pada 2020 menjadi 70 juta saat ini. Namun data resmi dari Office for National Statistics menunjukkan angka berbeda. Estimasi ONS mencatat populasi sekitar 67 juta pada pertengahan 2020 dan meningkat menjadi sekitar 70 juta pada pertengahan 2024.
Perbedaan data tersebut memperkuat kritik terhadap Ratcliffe. Sejumlah tokoh politik turut bersuara, termasuk Andy Burnham dan Ed Davey yang mengecam komentarnya. Di sisi lain, Nigel Farage dan Liz Truss menyatakan dukungan terhadap pandangan tersebut.
Di tengah tekanan yang meningkat, Ratcliffe akhirnya menyampaikan klarifikasi.
“Saya menyesal atas pilihan kata yang saya gunakan dan meminta maaf jika pernyataan saya telah menyinggung sebagian masyarakat di Inggris maupun Eropa,” ujarnya.
Kontroversi ini turut menyeret perhatian kepada manajemen klub. Manajer Manchester United, Michael Carrick, dimintai tanggapan oleh media. Namun ia memilih bersikap hati-hati.
“Sir Jim sudah membuat pernyataan, dan klub juga telah mengeluarkan pernyataan resmi. Bagi saya, tidak tepat untuk menambahkan apa pun,” kata Carrick.
Carrick juga menegaskan posisi klub terkait nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
“Manchester United selalu berdiri untuk kesetaraan, keberagaman, dan rasa saling menghormati. Itu bagian penting dari identitas kami sebagai klub dengan basis penggemar global,” ujarnya.
Langkah FA yang hanya sebatas teguran menandai pendekatan moderat dalam menangani isu sensitif di luar lapangan. Namun polemik ini memperlihatkan bagaimana komentar seorang pemilik klub dapat berdampak luas, tak hanya pada citra pribadi, tetapi juga pada reputasi institusi sebesar Manchester United di panggung internasional.@fajar