Fak. Ushuluddin UIN Bandung Gelar Munaqasyah Artikel Jurnal Ilmiah Pertama di PTKIN

Editor Fakultas Ushuluddin UIN Bandung mengggelar munaqasyah artikel jurnal ilmiah pertama di PTKIN./visi.news/istimewa.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Untuk kali pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil menggelar Ujian Tugas Akhir (Munaqasyah) dengan Artikel Jurnal Ilmiah secara virtual melalui telekonferensi aplikasi zoom, Senin (26/10/2020).

Sidang Munaqasyah berlangsung atas nama Ahmad Shahid, mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) bertajuk Moral Kekhalifahan Manusia dalam Al-Qur’an Menurut Teori Ecotheology Islam: Studi Tafsir Tematik

Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik bertindak sebagai Pembimbing I dan Dr. H. Ecep Ismail, M.Ag, Ketua Jurusan IAT sebagai Pembimbing II. Sedangkan tim penguji terdiri dari Dr. Radea Juli A. Hambali, M.Hum (Ketua Majelis), Dr. Muhlas, M.Hum (Penguji 1) dan Irma Riyani, Ph.D (Penguji 2).

Dekan Fakultas Ushuluddin (FU), Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag menjelaskan selama masa Covid-19, mahasiswa diperbolehkan membuat tugas akhir dalam bentuk artikel ilmiah. Kebijakan Dirjen Pendis ini ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Alhamdulillah, pelaksanaan munaqasyah jurnal ilmiah pertama di PTKIN ini berjalan dengan lancar, bahkan disaksikan oleh civitas akademika karena menggunakan zoom. Suasana pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan Fakultas Ushuluddin untuk terus berinovasi, bergegas dengan membudayakan ujian artikel jurnal,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima VISI.NEWS, Selasa (27/10/2020).

Diakuinya, memang jurnal ilmiah menjadi arus utama di Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Prosedurnya hampir sama dengan munaqasyah skripsi, hanya ada beberapa syarat khusus,” jelasnya.

Syarat munaqosyah artikel ilmiah di antaranya; Pertama, mahasiswa harus menunjukan LOA (letter of acceptance) dari jurnal ilmiah. Kedua, mahasiswa melakukan perbaikan sesuai hasil reviu dari reviewer jurnal melalui pendampingan 2 (dua) orang dosen pembimbing tugas akhir.

Baca Juga :  WISATA RELIGI: Potret Makam Sahabat Nabi Muhammad Saw. di China yang Asri

Ketiga, dosen pembimbing memberikan persetujuan mengikuti munaqasyah artikel ilmiah. Keempat, dua orang dosen penguji munaqasyah artikel ilmiah disiapkan yang berperan memberikan penilaian kesesuaian hasil revisi dengan form reviu dari reviewer jurnal.

Kelima, dua orang dosen pembimbing tugas akhir dapat mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan ujian munaqasyah artikel ilmiah. 

Munaqasyah artikel ilmiah dirancang sebagai model yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk mempublikasikan hasil temuan penelitiannya di jurnal.

“Mahasiswa dilatih penulisan artikel ilmiah di kelas menulis, mulai dari berlatih login ke jurnal ilmiah, sampai belajar submit naskah untuk mendapat respons dari editor jurnal apakah naskah accepted atau rejected,” paparnya.

Sebagai pembimbing Prof Rosihon Anwar, M.Ag merasa bangga dan bersyukur atas capai model sidang munaqasyah.

“Ini menjadi komitmen bersama pimpinan untuk terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu lulusan agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain. Tentunya dari sidang ini diharapkan menjadi model untuk mentransfer ilmu pengetahuan sehingga budaya mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal terakreditasi dan bereputasi bisa terwujud,” jelasnya.

Sementara itu Ahmad Shahid menuturkan, kehadiran kelas menulis sangat membantu dan memudahkannya dalam proses penyusunan artikel ilmiah dari nol sampai akhir.

““Alhamdulillah, yang paling saya suka adalah ketika merumuskan formula penelitian, karenanya penelitian saya bisa dirumuskan dengan baik,” ujarnya.

“Kalau soal persiapan munaqasyah artikel ilmiah prosedurnya hampir sama saja seperti munaqasyah biasanya, cuma artikel ilmiah ini memerlukan LOA (letter of acceptance) untuk bisa di munaqasyahkan. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya karena hasil penelitian bisa dipublikasikan secara ilmiah dan global serta mendapat pengakuan dari ilmuan dan cendekiawan,” jelasnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

KIAT: Berat Badan Turun 22 Kg dengan Olahraga di Dalam Kamar

Sel Okt 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS  – Seorang gadis di Blitar bisa menurunkan berat badan hingga 22 kg tanpa diet ketat dan pantangan. Ia hanya berolahraga di dalam kamar. Gadis ini yakni Aprilia Nur Hidayah (25), warga Kademangan, Kabupaten Blitar. Karyawati sebuah radio swasta nasional ini mampu menurunkan berat badannya hingga 22 kg dalam jangka waktu […]