FAS Lapor kepada Gibran Soal Siswa Sekolah Hamil di Luar Nikah

Editor Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dengan santai berdialog bersama pengurus Forum Anak Surakarta, untuk mendengarkan dan menampung aspirasi anak. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Anak-anak yang tergabung dalam kepengurusan Forum Anak Surakarta (FAS), menyampaikan informasi kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tentang 5 siswa di beberapa sekolah yang kedapatan hamil di luar nikah.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang pengurus FAS, langsung kepada wali kota dalam dialog santai di Bale Tawangarum, kompleks Balai Kota Solo, seusai Gibran mengukuhkan kepengurusan FAS periode 2022 – 2024, Senin (13/6/2022) siang.

“Ini menjadi PR besar kita bersama. Anak-anak itu harus didorong biar terus sekolah. Jangan didiskriminasi dan jangan dikucilkan. Kita harus melakukan edukasi, pendampingan anak-anak, pendampingan guru-guru, pendampingan dinas-dinas terkait,” ujar Gibran, menanggapi informasi yang dia sebut sebagai keprihatinan bersama.

Selain kasus siswa hamil di luar nikah, menurut Wali Kota Solo, persoalan lain yang terkait dengan anak-anak disebutkan di antaranya berupa anak-anak nikah usia dini, kasus anak-anak stunting, anak-anak yang terlibat narkoba dan lain-lain.

“Sekarang anak-anak sudah PTM (pembelajaran tatap muka). Anak-anak harus fokus belajar di sekolah. Kita harapkan kasus-kasus anak yang masih tinggi sehingga menghambat realisasi Kota Layak Anak dapat ditekan. Kita minta pengawa6orang tua lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas DP3AP2KB Pemkot Solo, jumlah perkawinan usia dini di Kota Solo juga relatif tinggi. Data pada Juni 2022 menyebutkan, tercatat sebanyak 140 orang dinikahkan dalam usia dini yang tergolong usia anak-anak.
Dalam pengukuhan dan pelantikan pengurus Forum Anak Surakarta,

Fasilitator dan Tim Kode Etik 2022-2024 tersebut, para pengurus FAS secara terbuka juga melaporkan masalah pengamen dan anak-anak terlantar di lampu lalu lintas, masalah penjual yang menjajakan rokok di sekitar kawasan sekolah dan sebagainya. Gibran pun menanggapi positif masalah tersebut secara spontan yang disambut tepuk tangan para pengurus FAS.

Baca Juga :  Kasus Pencopotan Paksa Bendera Merah Putih di Garut, Polisi Periksa 4 Saksi

Wali Kota Solo yang didampingi Kepala Dinas DP3AP2KB, menyatakan, peran dan tugas pengurus FAS di antaranya adalah sebagai pelopor dan pelapor.

Sebagai pelopor para pengurus FAS diminta memelopori kegiatan-kegiatan positif bersama anak-anak di Kota Solo dan sebagai pelapor diminta melaporkan kasus-kasus yang terjadi di kalangan anak-anak.
Forum Anak Surakarta, dibentuk sebagai wadah partisipasi anak dengan anggota perwakilan kelompok anak atau kelompok kegiatan perseorangan.

Pemkot Solo melakukan pembinaan terhadap FAS sebagai salah satu sarana dan saluran aspirasi, suara, pendapatz keinginan dan
kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

“Tujuan terbentuknya forum anak adalah untuk memenuhi hak-hak anak, agar anak dapat berperan serta dalam pembangunan sesuai umur dan kemampuannya. Sehingga, harkat dan martabat kemanusiaan anak terjaga, serta anak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” katanya ketika mengukuhkan FAS.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

XAG Hadirkan Inovasi "Drone" bagi Petani Kamboja untuk Menghasilkan Singkong secara Berkelanjutan

Sel Jun 14 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SIEM REAP – Teknologi pesawat nirawak (drone) baru saja dipakai di perkebunan singkong di Kamboja. Teknologi ini membantu petani berskala kecil meningkatkan panen sekaligus menghemat penggunaan sarana dan bahan kimia di lahan perkebunan. Singkong merupakan komoditas agroindustri terpenting di Kamboja. Sektor ini menyediakan lapangan pekerjaan dan mata […]