Search
Close this search box.

Fenomena Petir dalam Al-Qur’an dan Doa yang Dibaca Rasulullah

Ilustrasi petir./pixabay.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Petir kerap muncul disertai kilatan cahaya yang menyilaukan dan suara menggelegar, menimbulkan rasa takut bagi sebagian orang. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk membaca doa khusus saat mendengar suara petir, sebagai bentuk ketundukan dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Fenomena petir sendiri disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 13, yang menegaskan bahwa guruh dan malaikat bertasbih memuji Allah karena rasa takut kepada-Nya.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menuliskan doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW ketika mendengar suara kilat dan petir:

اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Arab-latin: Allahumma laa taqtulnaa bighodobika walaa tuhliknaa biadzaabika wa-‘aafinaa qobla dzalika

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

Selain doa tersebut, hadist lain yang diriwayatkan dalam Al-Muwaththa’ menyebutkan bahwa Abdullah bin Az-Zubair menghentikan pembicaraannya saat mendengar petir, lalu membaca doa tasbih memuji Allah SWT.

Para ulama juga menekankan pentingnya membaca doa tersebut sebagai pengingat kekuasaan Allah dan bentuk perlindungan diri dari marabahaya yang mungkin ditimbulkan oleh petir. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :