Search
Close this search box.

Ferry Irwandi Terisak Saat Warga Ungkap Kondisi Aceh Tamiang: Rumah Rata Tanah, Logistik Hilang

aktivis muda sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, kembali menyita perhatian publik setelah menggelar live streaming selama 12 jam tanpa henti untuk menggalang donasi bagi korban banjir dan longsor di Sumatera./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – 3 Desember 2025, aktivis muda sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, kembali menyita perhatian publik setelah menggelar live streaming selama 12 jam tanpa henti untuk menggalang donasi bagi korban banjir dan longsor di Sumatera. Namun, di balik kampanye solidaritas yang ia lakukan, ada momen emosional yang membuat Ferry tak kuasa menahan tangis.

Dalam siaran langsung tersebut, Ferry terhubung dengan salah satu warga terdampak di Sumatera. Percakapan yang awalnya berlangsung tenang berubah haru ketika warga itu menceritakan kondisi lapangan yang jauh lebih parah dari pemberitaan.

“Bang… banyak logistik yang habis dijarah. Katanya orang-orang itu bukan mau bantu, malah niat merampok,” ungkap sang penelpon dengan suara bergetar.

Mendengar itu, Ferry langsung menutup wajahnya. Ia sempat terdiam sebelum akhirnya menanggapi dengan suara parau.

“Saya nggak habis pikir… di saat begini, mereka harusnya dibantu, bukan dirampas. Tapi saya juga paham, mungkin orang-orang di sana udah kelaparan. Kondisinya pasti berat,” ujar Ferry.

Warga tersebut kemudian menjelaskan bahwa penjarahan kemungkinan terjadi akibat krisis pangan yang melanda pasca banjir besar.

“Mungkin karena soal perut, bang… kita di sini nggak bisa nyalahin siapa-siapa. Orang-orang panik, lapar, ya jadinya begitu,” katanya.

Percakapan semakin menguras emosi ketika sang warga mulai menggambarkan kehancuran di Aceh Tamiang, daerah yang disebut paling parah terdampak banjir.

“Mobil kebalik di pinggir jalan, bang… rumah kayu, rumah beton, semua rusak. Di kampungku tadi dapat info ada lima rumah yang rata dengan tanah. Rumahku sendiri udah bolong-bolong, nggak bisa ditempati lagi,” tuturnya.

Ferry kembali menunduk. Air mata kembali jatuh saat mendengar bahwa sebagian warga bahkan belum menerima bantuan logistik apa pun.

Baca Juga :  Spanyol Buka Peluang Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina dan Palestina

“Air putih nggak ada, beras nggak ada… kami di sini krisis, bang,” tambah sang penelpon.

Usai siaran itu viral, Ferry Irwandi mengatakan bahwa dirinya hanya ingin memastikan suara para korban tidak tenggelam oleh derasnya informasi di media sosial.

Melalui Malaka Project, ia memastikan seluruh donasi akan segera disalurkan ke titik-titik yang paling membutuhkan.
@kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :