Search
Close this search box.

Filipina Tetapkan Darurat Energi Nasional

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr./visi.news/facebook.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Presiden Filipina, Ferdinand R. Marcos Jr., resmi menetapkan status darurat energi nasional menyusul meningkatnya ancaman gangguan pasokan bahan bakar akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini diambil melalui penandatanganan Perintah Eksekutif (EO) Nomor 110 pada Selasa (24/3/2026).

Pemerintah Filipina mengkhawatirkan memanasnya situasi geopolitik di jalur strategis seperti Selat Hormuz akan menghambat transportasi minyak global. Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor, kondisi ini dinilai dapat memicu krisis pasokan serta lonjakan harga yang mengancam stabilitas ekonomi domestik.

“Sebagai importir bersih produk minyak bumi, Filipina tetap sangat bergantung pada sumber pasokan bahan bakar eksternal dan karenanya rentan terhadap gangguan dalam produksi dan transportasi minyak global,” bunyi dokumen Perintah Eksekutif Nomor 110 tersebut melansir PNA, Selasa (24/3/2026).

Merespons situasi kritis ini, Presiden Marcos menginstruksikan pembentukan komite khusus untuk menjalankan program UPLIFT (Universal Protein, Livelihood, Industry, Food, and Transport). Komite ini bertugas memastikan kelancaran distribusi BBM, pangan, serta obat-obatan di seluruh negeri.

Pemerintah juga memberikan peringatan keras terhadap praktik ilegal di tengah masa darurat. Penegak hukum diperintahkan untuk menindak tegas segala bentuk penimbunan barang, manipulasi pasokan, hingga pencarian keuntungan sepihak (profiteering) yang merugikan masyarakat.

Dalam jangka pendek, Departemen Energi (DOE) akan memperketat manajemen pasokan dan efisiensi bahan bakar. Secara khusus, DOE bersama Philippine National Oil Company (PNOC) diberikan kewenangan fleksibel dalam pengadaan BBM, termasuk izin pembayaran uang muka kontrak melebihi batas standar 15% jika kondisi mendesak.

Sedangkan untuk strategi jangka panjang, pemerintah Filipina berkomitmen untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan dan mempromosikan penggunaan kendaraan listrik pada sektor transportasi publik guna memutus ketergantungan pada minyak bumi. @ffr

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 10 April 2026

Baca Berita Menarik Lainnya :