VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, mendorong seluruh instansi terkait untuk segera menyelesaikan berbagai kendala dalam pembangunan program Koperasi Merah Putih. Program yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto itu ditargetkan membentuk 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
Firnando menilai Koperasi Merah Putih merupakan program yang memiliki tujuan baik dan berpihak pada kepentingan rakyat. Namun, dalam pelaksanaannya, ia mengakui terdapat berbagai tantangan di lapangan.
“Program ini pada dasarnya sangat baik untuk rakyat. Namun, membangun 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia tentu bukan hal yang mudah. Banyak rintangan dan hambatan di tiap daerah yang berbeda-beda,” ujar Firnando dalam keterangannya.
Menurutnya, perbedaan karakteristik dan permasalahan di setiap wilayah menjadi salah satu tantangan utama dalam merealisasikan target tersebut. Oleh karena itu, proses pembangunan koperasi harus dilakukan secara cermat dan terkoordinasi dengan baik.
Ia menegaskan bahwa seluruh instansi yang terlibat dalam program Koperasi Merah Putih perlu bekerja sama secara optimal agar tujuan utama program dapat tercapai.
“Proses ini harus dicermati dan dilakukan dengan baik oleh seluruh instansi terkait, sehingga niat baik dari program Koperasi Merah Putih benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Firnando juga mengingatkan pentingnya percepatan penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan. Ia berharap target pembangunan 80 ribu koperasi dapat segera terealisasi agar operasional koperasi bisa berjalan dan masyarakat segera merasakan dampak ekonominya.
“Kami menghimbau seluruh instansi terkait agar segera menyelesaikan permasalahan di lapangan. Harapan kami, sesuai target, pembangunan 80 ribu Koperasi Merah Putih ini bisa segera rampung sehingga operasional dapat berjalan dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.
Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia. @givary