First Date Cowok Kenalan di Medsos yang Berakhir dengan Kejutan, Ini Tipsnya Agar Aman

Editor Ilustrasi. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Media sosial memang bisa menjadi sarana untuk mencari jodoh. Banyak orang yang berhasil menemukan pasangan hidupnya melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Namun, tidak semua orang beruntung mendapatkan pengalaman yang menyenangkan saat bertemu dengan orang yang dikenalnya melalui media sosial. Seperti yang dialami oleh Dina, seorang wanita karier di Jakarta, yang harus menghadapi kejutan yang tidak terduga saat first date dengan cowok yang dikenalnya melalui Twitter.

Dina mengaku sudah lama mengikuti akun Twitter, yang sering menulis tweet-tweet inspiratif dan motivasional. Dina merasa tertarik dengan isi tweet-tweetnya, yang selalu memberi semangat dan harapan kepada para followersnya. Dina juga merasa kagum dengan foto profilnya, yang menampilkan wajah tampan dan senyum manis.

Suatu hari, Dina mendapat pesan pribadi darinya, yang mengatakan bahwa dia juga mengikuti akun Twitter Dina dan menyukai tweet-tweetnya. Dina merasa senang dan terharu. Dia segera membalas pesannya dan mulai berkenalan dengannya. Dari pesan-pesan tersebut, Dina mengetahui bahwa ia bernama asli Rama, seorang pengusaha muda yang sukses di bidang teknologi. Dina merasa Rama adalah cowok yang cocok untuknya, karena dia juga berkarier di bidang yang sama.

Mereka pun semakin sering berkomunikasi melalui media sosial. Mereka saling bertukar cerita, pendapat, dan nasihat. Mereka juga saling memberi dukungan dan motivasi. Dina merasa nyaman dan bahagia bersama Rama. Dia berharap Rama bisa menjadi pacarnya.

Akhirnya, Rama mengajak Dina untuk bertemu secara langsung. Rama mengatakan bahwa dia ingin mengenal Dina lebih dekat dan membawa hubungan mereka ke level yang lebih serius. Dina merasa senang dan setuju. Dia berpikir ini adalah kesempatan untuk menjalin hubungan yang lebih intim dengan Rama.

Mereka pun sepakat untuk bertemu di sebuah kafe yang cozy dan romantis di kawasan Sudirman. Dina mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Dia memilih baju yang elegan, make up yang flawless, dan parfum yang menarik. Dia berharap bisa membuat Rama terpikat dan jatuh cinta padanya. Dia berangkat lebih awal ke kafe, agar tidak terlambat dan bisa menyambut Rama dengan hangat.

Baca Juga :  Hasil Liga Italia: Juventus Nyaris Dipermalukan Verona

Sesampainya di kafe, Dina melihat Rama sudah menunggunya di salah satu meja. Dina merasa senang dan berlari ke arah Rama. Dia memberi salam dan memeluk Rama dengan erat. Dina berharap Rama akan membalas pelukannya dengan lembut. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

Rama terkejut dengan perlakuan Dina. Dia merasa bingung dan canggung. Dia tidak tahu harus bagaimana. Dia hanya diam dan membiarkan Dina memeluknya. Dina merasa ada yang aneh dengan reaksi Rama. Dia melepaskan pelukannya dan melihat wajah Rama. Dina kaget melihat ekspresi Rama yang tampak bingung dan takut.

“Kamu kenapa, Rama? Ada yang salah?” tanya Dina dengan khawatir.

“Ah, tidak. Tidak ada apa-apa. Aku hanya… eh, maaf ya, Dina. Aku harus bilang sesuatu. Aku bukan Rama yang kamu kenal di Twitter. Aku cuma asisten Rama. Aku yang mengurus akun Twitternya. Aku yang berkomunikasi sama kamu selama ini. Aku yang mengajak kamu ketemu. Aku… aku suka sama kamu, Dina,” ungkap Rama dengan terbata-bata.

Dina tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia merasa marah dan tertipu. Dia tidak menyangka Rama yang dia kira adalah cowok idamannya ternyata adalah asisten Rama yang sebenarnya. Dina merasa semua yang dia rasakan selama ini adalah palsu dan bohong. Dina merasa ingin menampar dan meninggalkan Rama.

Namun, sebelum Dina bisa melakukan apa-apa, tiba-tiba ada seseorang yang datang ke meja mereka. Orang itu adalah Rama yang sebenarnya, yang memiliki wajah tampan dan senyum manis seperti di foto profilnya. Rama yang sebenarnya mengatakan bahwa dia sudah tahu semua yang terjadi antara Dina dan asistennya. Dia mengatakan bahwa dia sengaja membiarkan asistennya mengurus akun Twitternya, karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak marah atau kecewa dengan asistennya, karena dia menganggapnya sebagai sahabat dan saudara.

Baca Juga :  Rusia Bersiap Syuting Film di Luar Angkasa

Rama yang sebenarnya kemudian meminta maaf kepada Dina atas kejadian yang tidak mengenakkan ini. Dia mengatakan bahwa dia juga mengikuti akun Twitter Dina dan menyukai tweet-tweetnya. Dia mengatakan bahwa dia ingin mengenal Dina lebih dekat dan membawa hubungan mereka ke level yang lebih serius. Dia mengatakan bahwa dia suka sama Dina, dan berharap Dina juga suka sama dia.

Dina terkejut dengan kedatangan dan pengakuan Rama yang sebenarnya. Dia merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Dia melihat wajah Rama yang sebenarnya, yang tampak tulus dan bersahaja. Dia juga melihat wajah Rama yang asisten, yang tampak sedih dan bersalah. Dia merasa ada sesuatu yang berubah di hatinya. Dia merasa Rama yang sebenarnya dan Rama yang asisten sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Dia merasa Rama yang sebenarnya dan Rama yang asisten sama-sama menyukainya dengan cara yang berbeda.

Dina pun harus membuat keputusan. Dia harus memilih antara Rama yang sebenarnya dan Rama yang asisten. Dia harus memilih antara cowok yang dikenalnya melalui media sosial dan cowok yang berkomunikasi dengannya selama ini. Dia harus memilih antara first date yang berakhir dengan kejutan atau first date yang berakhir dengan kebahagiaan.

Tips First Date dari Medsos

Kencan pertama dengan orang yang dikenal melalui media sosial bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, tapi juga menantang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kencan pertama berjalan lancar dan tidak mengecewakan. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu coba:

– Lakukan pengecekan identitas. Sebelum bertemu secara langsung, pastikan kamu sudah mengetahui identitas asli orang yang kamu ajak kencan. Jangan hanya percaya pada foto profil atau informasi yang dia berikan. Cari tahu apakah dia benar-benar ada, apakah dia sudah berkomitmen dengan orang lain, atau apakah dia memiliki niat yang baik. Kamu bisa menggunakan media sosial lain, mesin pencari, atau aplikasi verifikasi untuk melakukan pengecekan identitas.
– Tentukan tempat yang aman dan nyaman. Pilih tempat yang ramai, mudah dijangkau, dan sesuai dengan selera kamu dan teman kencanmu. Hindari tempat yang sepi, jauh, atau berisiko. Jika perlu, minta rekomendasi dari teman atau keluarga yang sudah pernah ke tempat tersebut. Jangan lupa untuk memeriksa kondisi cuaca, lalu lintas, dan protokol kesehatan di tempat yang kamu pilih.
– Berikan informasi spesifik kepada orang yang kamu percayai. Beritahu mereka soal kapan, di mana, dan dengan siapa kamu akan kencan. Jika perlu, bagikan live location, nomor telepon, dan detail kencan lainnya. Mintalah mereka untuk menghubungi kamu secara berkala atau jika ada sesuatu yang terjadi. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu merasa tidak nyaman atau terancam.
– Tampil percaya diri dan sopan. Gunakan pakaian yang rapi, bersih, dan sesuai dengan gaya kamu. Hindari pakaian yang terlalu ketat, terbuka, atau mencolok, yang bisa menimbulkan kesan negatif atau tidak serius. Jaga kebersihan tubuh, gigi, dan mulut. Gunakan parfum atau deodoran yang wangi, tapi tidak terlalu menyengat. Ucapkan salam dan senyum saat bertemu. Tunjukkan sikap yang ramah, santun, dan terbuka.
– Fokus pada percakapan yang menarik. Ajukan pertanyaan yang bisa mengenal teman kencanmu lebih dalam, seperti hobi, cita-cita, atau pengalaman. Hindari topik yang sensitif, seperti politik, agama, atau mantan. Dengarkan dengan baik apa yang dia katakan, dan berikan tanggapan yang positif dan mendukung. Jangan terlalu banyak bicara tentang diri sendiri, atau terlalu diam dan pasif. Cari keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan.
– Jangan terlalu berharap atau terlalu takut. Kencan pertama adalah kesempatan untuk mengenal seseorang lebih dekat, bukan untuk menentukan masa depan hubungan. Jadi, jangan terlalu berharap bahwa teman kencanmu akan menjadi pasangan hidupmu, atau terlalu takut bahwa dia akan mengecewakanmu. Nikmati saja prosesnya, dan jangan terlalu memikirkan hasilnya. Jika kencan pertama berjalan baik, kamu bisa melanjutkan ke kencan berikutnya. Jika tidak, kamu bisa menganggapnya sebagai pengalaman belajar.

Baca Juga :  Marak Kasus Judi, Komisi III Minta Polda Jatim Bidik Bandar Judi ‘Online’

@uli

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kartu Kredit Tak Diaktifkan dan Digunakan ? Inilah Akibatnya

Ming Jan 21 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Keinginan untuk memiliki kartu kredit tidak jarang karena termakan promo dan diskon. Alhasil, penggunaan kartu kredit pun hanya sewaktu-waktu dibutuhkan. Bagaimana jika kartu kredit tersebut lama tidak digunakan? Tentu, akan ada dampak tertentu. Mungkin juga kamu mendapatkan tawaran untuk memiliki kartu tambahan dengan jaringan yang […]