Search
Close this search box.

Frekuensi Buang Air Kecil Bisa Tunjukkan Kesehatan Pencernaan, Apa Artinya Jika Terlalu Sering atau Jarang?

Ilustrasi toilet./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Frekuensi buang air kecil ternyata bisa menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan sistem pencernaan. Pada umumnya, orang yang sehat buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali sehari, atau setiap tiga hingga empat jam. Namun, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi jumlah tersebut.

Menurut Dr. Jamin Brahmbhatt, seorang ahli urologi di Orlando Health, idealnya seseorang hanya perlu bangun sekali atau tidak sama sekali di malam hari untuk buang air kecil. Jika lebih sering terbangun, bisa jadi ada masalah dengan kesehatan. “Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda, jadi tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang,” katanya.

Brahmbhatt menambahkan, konsumsi air dalam jumlah banyak atau minuman yang diuretik, seperti alkohol, teh, dan kopi, bisa menyebabkan seseorang buang air kecil lebih sering. Cuaca panas dan banyak berkeringat juga bisa membuat frekuensi buang air kecil berkurang.

Penting untuk mengetahui apa yang normal bagi tubuh Anda. Jika Anda tiba-tiba lebih sering atau lebih jarang buang air kecil dari biasanya, hal itu bisa menjadi pertanda ada masalah kesehatan yang perlu diperiksa, terutama jika itu mulai mengganggu kualitas hidup.

Selain konsumsi cairan, frekuensi buang air kecil yang berlebihan juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti sindrom kandung kemih terlalu aktif, diabetes, infeksi saluran kemih, atau pengaruh obat-obatan diuretik yang biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau masalah jantung.

Kehamilan juga dapat memengaruhi frekuensi buang air kecil, karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan dan meningkatkan metabolisme air. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :