FST UIN Bandung Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan

Editor FST UIN Bandung gelar workshop peningkatan kompetensi tenaga kependidikan./visi.news/istimewa.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 59 peserta mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Rahmayanti, S.IP., M.Si., dosen Akademi Sekretari dan Manajemen Ariyanti di Aula FST, Senin (24/8).

Dekan FST Dr. Hasniah Aliah, M.Si. didampingi Wakil Dekan I Dr. Yudha Satya Perkasa, M.Si., Wakil Dekan II Dr. Elis Ratna Wulan, MT., Wakil Dekan III Dr. H. Aep Saepuloh, M.Si., dan Ketua Unit Penjaminan Mutu FST Ir. Ahmad Taofik, M.P. menjelaskan acara workshop ini berlangsung dari tanggal 24-28 Agustus dengan menghadirkan 10 narasumber: Rahmayanti, S.IP., M.Si., untuk hari pertama; Dr. H. Jaenudin, M.Ag. dan Drs. H. Akhmad Luthfi, M.M. untuk hari kedua; Dra. Hj. Dina Mulyati, M.Pd dan Dra. Euis Heni Herlina, M. Pd untuk hari ketiga; Drs. H. Fathujaman, M.Ag, Dra. Hj. Dedeh Kurnia, M.Ag dan H. Wawan Gunawan, S.Ag., MM untuk hari keempat; Dr. H. Aep Syaefudin Firdaus, M.Pd dan Deni Supiadi, S.Ag., MM untuk hari kelima.

“Kami sebagai pemimpin fakultas sangat menyadari bahwa SDM merupakan sumber daya terpenting yang membentuk kualitas lembaga ini. Tanpa dukungan dari SDM dosen dan tenaga kependidikan serta supporting tim lainnya, maka visi misi fakultas dan universitas untuk unggul dan kompetitif akan sangat sulit terwujud,” kata Dr. Hasniah dalam keterangan tertulis yang diterima VISI.NEWS, Selasa (25/8).

Untuk itu, lanjut dia, pada akhir bulan Juli yang lalu telah menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi pedagogik untuk dosen, “Saat ini dan dalam seminggu ke depan teman-teman tenaga kependidikan pendidikan termasuk supporting tim lainnya akan mendapatkan materi-materi workshop terkait peningkatan kompetensi sebagai tenaga kependidikan. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa merefresh kembali tupoksi masing-masing melalui materi yang akan disampaikan oleh para Karo dan Kabag di lingkungan universitas,” tegasnya.

Baca Juga :  Cara Ampuh Mengatasi Bopeng Bekas Jerawat

Pelayanan Prima

Komitmen bersama dalam memberikan pelayanan prima di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) sangat dibutuhkan untuk peningkatan SDM. Para pengelola di fakultas bersama dengan tenaga kependidikan dan supporting sistem lainnya mempunyai peranan sebagai pelayan publik di lingkungan kampus UIN SGD.

“Umat Islam adalah umat yang paling menjunjung tinggi profesionalisme kerja dan pelayanan prima. Kita diajari untuk mencintai saudara kita seperti mencintai diri sendiri dan sebaik-baik kita adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Untuk itulah maka materi pelayanan prima menjadi materi pertama dan utama dalam workshop ini. Terima kasih kepada Ibu Rahmayanti yang telah meluangkan waktu dan nantinya akan membimbing kami semua bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan dosen di lingkungan FST. Semoga dengan ilmu pelayanan prima dapat menjadi bekal bagi kita dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Bagi Rahmayanti, S.IP., M.Si., servis atau pelayanan adalah kegiatan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, yang bersifat tidak berwujud, tidak dapat dimiliki tetapi dapat dirasakan dan terukur kualitasnya.

“Excellence atau prima adalah unggul, mutu yang baik, baik sekali. Untuk itu, excellence service adalah harga mati. Pelayanan prima menjadi keyakinan dalam organisasi,” jelasnya.

Setiap pelayan wajib memiliki kemampuan soft skills dan hard skill. Soft skill dalam pelayanan harus memuat; pertama, memiliki kecerdasan emosi; kedua, bersikaplah baik kepada masyarakat dengan melakukan senyum, salam, ramah, sebut namanya; kKetiga, memiliki empati, kesabaran, tidak reaktif; eempat, berpenampilan rapi dan bersih.

“Untuk soft skills dalam pelayanan ini dibutuhkan kecerdasan emosional dalam pelayanan,” paparnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Wabah Virus Corona Picu Kekhawatiran Muslim Rohingya di Myanmar

Sen Agu 24 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine Myanmar yang dilanda konflik pada hari Ahad (23/8/2020) mengungkapkan kekhawatiran tentang wabah virus corona yang mencapai kamp-kamp mereka yang penuh sesak, setelah serentetan infeksi membuat ibu kota negara bagian itu diisolasi. Melansir voa-islam.com, ampir 130.000 muslim Rohingya tinggal dalam kondisi yang digambarkan […]