VISI.NEWS | DENPASAR – WWF-Indonesia melalui inisiatif Seafood Savers resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan CV Bali Sustainable Seafood (BSS). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong perikanan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam implementasi program Responsible Seafood Sourcing Improvement Program (RSSIP).
Seafood Savers, yang telah dibentuk oleh WWF-Indonesia sejak tahun 2009, merupakan platform antar-usaha yang menghubungkan produsen, peritel, dan restoran untuk membangun bisnis perikanan berkelanjutan. Platform ini berpedoman pada standar internasional Marine Stewardship Council (MSC) untuk perikanan tangkap dan Aquaculture Stewardship Council (ASC) untuk perikanan budidaya.
Hingga tahun 2025, tercatat ada 12 perusahaan yang bergabung dalam Seafood Savers dengan 13 rantai pasok yang tersebar. Lima di antaranya telah memperoleh sertifikasi ASC untuk komoditas udang, meski produk-produk bersertifikasi tersebut masih ditujukan untuk pasar ekspor. Oleh karena itu, WWF-Indonesia meluncurkan program RSSIP, sebuah inisiatif yang bertujuan menghadirkan produk perikanan berkelanjutan bagi pasar domestik Indonesia. Produk-produk ini nantinya akan dipromosikan sebagai “Smart Seafood Choice”, yang diharapkan dapat menjadi pilihan bijak bagi konsumen yang peduli dengan kelestarian sumber daya laut.
Imam Musthofa Zainudin, Direktur Marine and Fisheries WWF-Indonesia, menegaskan bahwa perjanjian ini bukan sekadar dokumen legal, melainkan bukti nyata komitmen untuk membangun pasar seafood yang berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan bahwa WWF-Indonesia akan mendampingi CV Bali Sustainable Seafood dalam setiap tahap perbaikan rantai pasok dari hulu hingga hilir, dengan harapan kolaborasi ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan ritel lain untuk ikut serta dalam inisiatif perikanan berkelanjutan.
Saat ini, CV Bali Sustainable Seafood yang beroperasi di Denpasar, Bali, telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam RSSIP. “Semoga dengan kolaborasi ini, kita bersama-sama bisa membangun perikanan Indonesia yang lebih baik, mulai dari sumber yang baik hingga sampai ke masyarakat. Dengan begitu, prinsip keberlanjutan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” ujar Hema Malvina Firma Sitorus, Direktur CV Bali Sustainable Seafood.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi seafood domestik yang lebih berkelanjutan. Pada 2024, konsumsi ikan nasional tercatat mencapai 25,31 kg per kapita, menunjukkan adanya potensi besar untuk memperkenalkan pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Dengan menjaga keseimbangan pemanfaatan sumber daya laut, stok ikan Indonesia dapat tetap terjaga, sehingga generasi mendatang pun dapat menikmati kekayaan laut yang melimpah.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan Indonesia dapat terus mempertahankan kekayaan lautnya dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta memperkuat pasar domestik seafood yang berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk menjaga kelestarian laut Indonesia dan memberi manfaat langsung kepada konsumen dalam negeri.
@uli