Gagal Berangkat karena Pademi, Pasutri India Sumbangkan Uang Haji untuk Orang Terkena Covid

Ilustrasi haji./via ihram.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sepasang suami istri muslim dari Maharashtra, India, kembali tidak bisa melakukan haji tahun ini akibat pembatasan di masa pandemi. Keduanya memutuskan menyumbangkan uang haji mereka untuk membantu orang- orang miskin yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Pada gelombang pertama virus corona, kami menggunakan dana haji kami untuk membeli jatah dan makanan bagi yang membutuhkan. Pada gelombang kedua kami menyerahkan uang untuk membayar tagihan rumah sakit, membeli obat-obatan, tabung oksigen untuk orang miskin,” kata Shaikh Anjum Pervez dilansir Ihram.co.id dari About Islam, Jumat (9/7/2021)

Syaikh Pervez dan istrinya, Samina biasa melakukan perjalanan haji tahunan sejak 2008 hingga tahun lalu. Tetapi sejak pembatasan haji pada 2020 dan 2021, kedua pasangan ini tidak lagi dapat mengunjungi Mekah, Arab Saudi.

Sejak merebaknya pandemi, banyak muslim telah menggunakan tabungan mereka untuk membantu orang yang kurang beruntung, membeli jatah, membayar biaya sekolah atau tagihan rumah sakit, dan bahkan membeli konsentrator oksigen atau suntikan remdesivir.

Iqbal Memon Officer yang berbasis di Mumbai dan istrinya juga biasa melakukan umrah setiap tahun di bulan Ramadan, hingga Covid-19 pada 2020 memaksa mereka untuk membatalkan umrah tersebut.

“Bahkan jika situasinya telah membaik dan Saudi mengizinkan orang asing untuk melakukan umrah di Ramadan, kami tidak akan pergi ke sana,” kata Pejabat, pengusaha dan Presiden Federasi Memon Jamaat Seluruh India.

“Kami telah memutuskan untuk menghabiskan uang (sekitar lima lakh rupe atau setara Rp 97 juta) untuk membawa bantuan kepada orang-orang di dekat rumah dan mengumpulkan berkah daripada mencari berkah dengan mengunjungi tempat-tempat suci,” sambungnya.

Tahun lalu, Shirin Nazirmadova, seorang dokter dari Tajikistan selatan, juga memutuskan untuk menyumbangkan tabungan haji ke rumah sakit distrik Farkhor setempat, untuk membeli persediaan yang sangat dibutuhkan untuk memerangi virus corona.

Baca Juga :  MAUNG BANDUNG: Persib Dekati Dua Gelandang Timnas Australia

Ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Ibadah haji pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail dengan membangun Kakbah.

Setiap muslim dewasa berbadan sehat yang mampu secara finansial untuk membayar perjalanan, harus melakukan haji setidaknya sekali seumur hidup. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komisi VIII DPR RI Minta Kemenkeu Buka Blokir Bantuan Madrasah dan Pesantren

Sab Jul 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti (EMA) lantang meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI untuk membuka blokir dana bantuan operasional madrasah dan pesantren tahun 2021 senilai Rp 500 Miliar. Dia menegaskan bantuan itu sangat penting untuk menunjang pembelajaran di madrasah dan pesantren pada masa pandemi Covid-19. […]