Search
Close this search box.

Gagal Tutup Seri Lebih Cepat, Orlando Magic Takluk 116–109 dari Pistons di Game 5

Paolo Banchero tampil gemilang meski Orlando Magic kalah di Game Lima./visi.news/nba.com

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Orlando Magic harus menelan kekalahan pada pertandingan Game Lima dalam rangkaian seri playoff setelah gagal mempertahankan peluang untuk menutup seri lebih cepat. Dalam laga yang berlangsung di Detroit, Magic kalah dengan skor 116 berbanding 109, meski salah satu pemain andalan mereka, Paolo Banchero, tampil sangat dominan sepanjang pertandingan.

Sejak menjelang seri dimulai, dua aspek utama yang menjadi fokus Orlando Magic adalah kemampuan dalam perebutan rebound serta efektivitas tembakan bebas. Namun dalam pertandingan penentuan di Game Lima ini, kedua aspek tersebut justru menjadi titik lemah yang merugikan mereka di momen momen krusial.

Pada jalannya pertandingan, Magic harus menghadapi tekanan besar di area bawah ring. Mereka tercatat kebobolan 16 rebound ofensif yang memberi banyak kesempatan tambahan bagi lawan untuk mencetak poin. Salah satu momen paling menentukan terjadi di menit menit akhir ketika sebuah rebound penting berhasil dimanfaatkan oleh Cade Cunningham yang kemudian mencetak tembakan krusial dengan sisa waktu 31 detik di kuarter akhir.

Selain masalah rebound, ketidakefektifan dalam eksekusi tembakan bebas juga menjadi faktor yang sangat merugikan. Orlando Magic gagal memaksimalkan 14 kesempatan tembakan bebas yang seharusnya dapat membantu mereka menjaga atau bahkan membalikkan keadaan. Kombinasi dua faktor ini membuat peluang mereka untuk mengamankan kemenangan menjadi semakin kecil.

Meski demikian, pertandingan ini tetap memperlihatkan performa individu yang luar biasa dari Paolo Banchero. Pemain pilihan pertama dalam draft tahun 2022 tersebut mencatatkan rekor poin tertinggi dalam karier playoffnya dengan 45 poin. Catatan ini hanya terpaut satu angka dari rekor sepanjang masa playoff klub Orlando Magic yang sebelumnya dipegang oleh Tracy McGrady dan Dwight Howard.

Baca Juga :  Hull City Selangkah Lagi Menuju Premier League

Di sisi lawan, Cade Cunningham juga menunjukkan performa yang tidak kalah impresif dengan mencetak 45 poin pada malam pertandingan tersebut. Kondisi ini menciptakan sejarah tersendiri dalam panggung playoff NBA, karena untuk kedua kalinya dua pemain mencetak 45 poin dalam satu pertandingan yang sama. Sebelumnya, momen serupa terjadi pada tahun 2020 ketika Donovan Mitchell mencetak 51 poin dan Jamal Murray mencetak 50 poin dalam pertandingan di gelembung kompetisi.

Banchero sendiri memberikan tanggapan mengenai duel sengit tersebut. Ia mengatakan,

“Saat pertandingan sedang panas, Anda sebenarnya tidak memikirkannya,” kata Banchero.

“Anda hanya berpikir untuk meraih kemenangan. Tapi saya yakin suatu hari nanti kita akan melihat kembali dan mengatakan itu adalah pertandingan yang luar biasa. Saya dan dia sudah bersaing sejak zaman AAU, jadi tidak mengherankan jika itu terjadi,” lanjutnya.

Kondisi Orlando Magic semakin berat karena absennya Franz Wagner yang tidak dapat bermain akibat cedera otot betis kanan. Ketidakhadiran Wagner membuat tim membutuhkan kontribusi tambahan dari pemain lain, dan kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Anthony Black yang tampil dari bangku cadangan dengan mencetak 19 poin, rekor tertingginya di babak playoff.

Anthony Black menyampaikan bahwa dirinya berusaha menyesuaikan peran dalam tim dengan kondisi yang ada. Ia mengatakan,

“Saya rasa saya lebih banyak bermain bertahan hari ini. Bermain sesuai kekuatan saya. Jelas, absennya Franz memberi saya kesempatan bagus. Hanya perlu masuk dan mencoba mengisi kekosongan. Mencoba mendapatkan ritme permainan. Tapi jelas kami ingin menang,” katanya.

Jika melihat statistik keseluruhan pertandingan, kedua tim sebenarnya tampil cukup efisien dalam menyerang. Detroit Pistons mencatatkan akurasi tembakan 49 persen dari total percobaan mereka dan 36 persen dari tembakan jarak tiga angka. Sementara itu, Orlando Magic mencatatkan 48 persen akurasi tembakan secara keseluruhan serta 45 persen dari tembakan tiga angka.

Baca Juga :  Hadapi Persija, Andrew Jung: Kami Harus Menangkan Semua Pertandingan

Menariknya, performa tembakan tiga angka Magic sebenarnya tergolong sangat baik. Dalam musim reguler, mereka memiliki catatan sempurna ketika mampu mencatatkan akurasi tembakan tiga angka sebesar 45 persen atau lebih dengan rekor 10 kemenangan tanpa kekalahan. Mereka juga sempat mencapai angka tersebut pada Game Tiga dalam seri ini, yang menunjukkan bahwa potensi ofensif mereka sebenarnya sangat tinggi ketika dalam kondisi optimal.

Sepanjang pertandingan, Detroit tidak pernah berada dalam posisi tertinggal. Namun Orlando Magic tetap mampu menjaga jarak skor agar tidak terlalu jauh dan terus menempel hingga menit menit akhir. Mereka bahkan hanya tertinggal tiga poin sebelum akhirnya Cade Cunningham kembali menjadi penentu dengan tembakan jarak menengah pada 31 detik terakhir pertandingan.

Dengan hasil ini, Orlando Magic kini masih unggul 3 banding 2 dalam seri keseluruhan. Namun kekalahan di Game Lima membuat tekanan meningkat menjelang Game Enam yang akan kembali digelar di Orlando pada Jumat malam dengan waktu mulai pertandingan yang masih menunggu pengumuman resmi. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :