VISI.NEWS | KAB. SUBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan wajah baru di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat dengan pembangunan Gapura Mendak Waluya, yang mengedepankan unsur budaya lokal sekaligus menjadi ikon visual kawasan.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Gapura Mendak Waluya dirancang memadukan elemen budaya Sunda dengan sentuhan modern. Selain berfungsi sebagai pembatas wilayah, gapura ini menjadi titik singgah baru bagi pengendara untuk beristirahat atau berswafoto, menikmati udara sejuk dataran tinggi Ciater.
Selain pembangunan gapura, Pemprov Jabar juga melakukan pembaruan infrastruktur di sepanjang jalan utama Ciater, termasuk pengecatan marka bahu jalan berwarna merah. Menurut keterangan resmi, warna merah pada bahu jalan tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kesadaran berkendara, terutama pada jalur wisata yang padat kendaraan.
Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) secara menyeluruh juga dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Lampu PJU ini diharapkan mendukung aktivitas wisata yang dapat berlangsung lebih optimal tanpa terkendala visibilitas.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, Pemprov Jabar membangun lapak UMKM bergaya tradisional di sekitar kawasan Ciater. Lapak-lapak ini menggunakan arsitektur khas Sunda dan dirancang rapi untuk menjadi wadah pelaku usaha lokal memasarkan produk unggulan, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa penataan kawasan Ciater merupakan bagian dari upaya membangun wajah Jawa Barat yang bersih, tertib, dan berkarakter.
“Kita ingin setiap sudut Jawa Barat memiliki nilai estetika, nyaman dilalui, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kawasan Ciater kini dilengkapi rest area bagi pengguna jalan. Rest area ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang publik terbuka yang nyaman, tertata, dan memiliki nilai estetika.
Dengan berbagai penataan ini, Pemprov Jabar menargetkan kawasan Ciater menjadi model penataan ruang publik untuk destinasi wisata lain di Jawa Barat, sekaligus memperkuat citra provinsi sebagai tujuan wisata yang ramah, tertib, dan berdaya saing. @desi