Garut Belum Bisa Belajar Tatap Muka

Editor Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong./visi.news/yayat r.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pelaksanaan pembelajaran semester genap Tahun 2020-2021 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum bisa dilaksanakan secara tatap muka. Hal itu karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Demikian dikatakan Kadisdik Garut, Totong, di ruang kerjanya kepada VISI.NEWS, Selasa (11/1/21).

Totong meminta, peran tenaga pendidik dituntut agar lebih kreatif saat melaksanakan metode pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

“Kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang diambil dari Surat Edaran Bupati Garut, Nomor 420/42/Disdik tertanggal 8 Januari 2021,” ungkal Kadisdik Totong.

Hingga saat ini, tambahnya, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut masih tinggi. Hingga pihak Disdik Garut terpaksa membatalkan pembelajaran secara tatap muka.

“Guna memaksimalkan pembelajaran secara daring, pihaknya mencoba mengkolaborasikan beberapa metode dengan strategi pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

Selain itu, kata Kadisdik juga meningkatnya sistem belajar di rumah (blended learning).

Ini, jelasnya lagi, blended learning merupakan salah satu program pendidikan formal yang memungkinkan siswa bisa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring.

“Namun, tetap dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan maupun kecepatan belajar,” tambahnya.

Di sisi lain, Totong menegaskan, seluruh pendidik harus tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes) 4M.

“Yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” pungkasnya. @yat

Baca Juga :  MAUNG BANDUNG: Benahi Penyelesaian Akhir dari Evaluasi Laga Uji Coba

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Misi Khusus Mahasiswa KKN UNS Selesaikan Masalah Masyarakat di 17 Provinsi

Sel Jan 12 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menugaskan 1.444 mahasiswa bersama 70 dosen pembimbing lapangan (DPL), peserta kuliah kerja nyata (KKN) periode Januari-Februari 2021 agar membawa misi khusus memberikan solusi menyelesaikan masalah masyarakat di 17 provinsi dan 130 daerah kabupaten dan kota lokasi KKN […]