Search
Close this search box.

Gejolak Politik Global Bayangi Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Tak Goyah Meski Keamanan AS Disorot

Aparat keamanan berjaga di Amerika Serikat usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, awal Januari 2026./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Ketegangan geopolitik global usai operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan di Amerika Serikat. Isu tersebut ikut menyeret perhatian publik pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang sebagian besar digelar di Negeri Paman Sam.

Meski demikian, wacana pemindahan pertandingan dari Amerika Serikat dinilai hampir mustahil terjadi. Mantan pemain tim nasional Uni Soviet, Vladimir Ponomaryov, menegaskan FIFA tidak akan mempertimbangkan relokasi turnamen akbar tersebut, apa pun dinamika politik yang berkembang.

“FIFA tidak akan memindahkan pertandingan Piala Dunia dari Amerika Serikat. Isu ini bahkan tidak akan masuk agenda,” ujar Vladimir Ponomaryov.

Menurut Ponomaryov, posisi Amerika Serikat dalam peta sepak bola global terlalu kuat untuk digoyahkan oleh tekanan politik atau kritik internasional. Ia menilai keputusan tuan rumah Piala Dunia 2026 bersifat final dan dilindungi kepentingan besar di baliknya.

Penangkapan Nicolas Maduro oleh militer AS memicu kecaman luas dari berbagai negara. Sejumlah pemimpin Amerika Latin serta kekuatan global seperti Rusia, China, dan Iran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. Di sisi lain, sekutu AS memilih mendukung atau bersikap hati-hati.

Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai potensi gangguan keamanan domestik di Amerika Serikat, terutama jika ketegangan berlanjut atau memicu aksi balasan. Namun dari sudut pandang olahraga internasional, FIFA dinilai memiliki sistem pengamanan ketat yang selalu terkoordinasi dengan pemerintah tuan rumah.

Ponomaryov juga menyinggung faktor politik internal FIFA sebagai alasan kuat turnamen tetap berjalan sesuai rencana.

“Infantino memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Donald Trump. Itu faktor besar yang tidak bisa diabaikan,” katanya.

Baca Juga :  Andina Narang Dorong Program Lemhannas Goes to Campus Menjangkau Kampus di Luar Jawa

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Amerika Serikat menjadi tuan rumah mayoritas pertandingan, termasuk laga-laga fase akhir.

Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengindikasikan perubahan lokasi atau penyesuaian jadwal akibat eskalasi geopolitik. Dengan demikian, kekhawatiran terhadap nasib Piala Dunia 2026 lebih mencerminkan dinamika politik global ketimbang ancaman langsung terhadap pelaksanaan turnamen.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :