VISI.NEWS | BANDUNG – Di era digital, muncul fenomena menarik: Gen Z merasa cepat tua, sedangkan Gen Milenial justru merasa awet muda. Fenomena psikologis ini erat kaitannya dengan gaya hidup, tekanan media sosial, dan cara generasi memaknai kedewasaan.
Gen Z yang tumbuh dengan internet cenderung tampil dewasa lebih cepat. Mereka takut dianggap kekanak-kanakan, sehingga berlomba tampil mature di media sosial, memakai makeup dewasa, hingga treatment kecantikan sejak remaja.
Fenomena ini disebut “digital duality” karena Gen Z hidup di dunia profesional dewasa sekaligus budaya remaja digital, membuat mereka merasa mental dan emosinya “menua” sebelum waktunya.
Sebaliknya, Milenial justru merasa tetap muda meskipun usia mereka di kepala tiga ke atas. Banyak dari mereka menunda menikah atau membeli rumah, aktif di media sosial, traveling, nongkrong, bahkan menekuni hobi kekinian seperti drama Korea atau koleksi mainan. Bagi Milenial, dewasa tidak selalu berarti kaku, tetapi tetap bisa menikmati hal-hal yang mereka sukai sejak muda.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsep usia dan kedewasaan terus bergeser. Bagi Gen Z, tua bukan soal angka melainkan tekanan zaman yang cepat berubah. Bagi Milenial, muda adalah gaya hidup dan cara berpikir. @ffr