Gerakkan Perekonomian, Permintaan Barang dan Jasa Harus Terus Didorong

Editor :
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat menjadi narasumber./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjadi narasumber webiner dengan tema “Sinergi Pemulihan Ekonomi Jawa Barat” bertempat di Kantor Regional 2 Jabar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (28/12/2020)

Gubernur memaparkan, demand atau permintaan barang dan jasa harus terus didorong guna menggerakkan perekonomian, menyelamatkan industri, dan memulihkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil), ekonomi akan sulit bergerak apabila permintaan barang dan jasa masih rendah.

“Kita rumuskan satu kebijakan yaitu menaikkan demand dalam kegiatan ekonomi. Baik pemberian diskon maupun promosi,” katanya.

Sehingga, kata Kang Emil, kelas menengah ke atas bisa naik spending power-nya dan kelas bawah juga dapat belanja.

Pada acara webinar tersebut turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Kepala Kantor Regional 2 Jabar OJK, dan Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar.

Kang Emil menambahkan, pada dasarnya, akses terhadap perbankan tidak ada masalah. Kebijakan dan keberpihakan sudah dilakukan.

Tapi, tambahnya lagi, jika demand-nya direm oleh kekhawatiran, penundaan, maka itu akan multiplier effect pada kegiatan ekonomi.

“Banyak pelaku usaha menahan diri berinvestasi membangun konstruksi dan sebagainya karena demand-nya mengalami penahanan atau perlambatan,” katanya.

Selain itu, kata Kang Emil, belanja pemerintah mesti dipercepat. Sebab, belanja pemerintah dapat menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Ipong Witono mengatakan, pihaknya sudah menyerap aspirasi semua pihak untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Jabar.

“Kita juga telah menyinkronkan dengan kebijakan-kebijakan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) maupun kebijakan pemerintah daerah kota/kabupaten dalam rangka penyelamatan perekonomian kita,” kata Ipong. @bik

Baca Juga :  Deding Ishak Lanjutkan Silaturahmi Politik dengan Pimpinan DPC Gerindra

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Larang Pesta Tahun Baru, Alun-Alun Garut Sudah Digembok

Sen Des 28 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Garut melakukan pengetatan pengawasan. Bupati Garut, Ruddy Gunawan, mengatakan, objek wisata di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, tetap dibuka. Namun, pihaknya melakukan pengawasan yang superketat. “Kami telah melakukan penutupan […]