GMBI Distrik Kab. Bandung Sesalkan Perundangan Omnibus Law dan Tetap Menolak

Editor :
Ketua Distrik GMBI Kab. Bandung, Suparman besama anggota-anggotanya./visi.news/ki agus.,

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Ketua Distrik Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kab. Bandung, menyesalkan penandatanganan naskah Undang-Undang Omnibus Lawa Cipta Kerja yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Dikatakan Suparman, penandatanganan itu akan membuat masyarakat kecil semakin terperosok dalam masalah perekonomiannya. Karena di Omnibus Law itu lebih mengutamakan kelompok kapitalis sebagai pemodal atau pengusaha daripada rakyat kecil.

“Kami tetap menolak keberadaan omnibus law dan kami tetap menuntut agar omnibus law dicabut atau dibatalkan,” katanya di Pemkab Bandung, Selasa (3/11/2020).

Dia menambahkan, prioritaskan kepentingan rakyat di masa pandemi ini. Jangan menambah penderitaan rakyat dengan memberlakukan omnibus law yang jelas sangat merugikan rakyat kecil.

Untuk itu dia meminta kepada Presiden untuk mempertimbangkan kembali keberadaan UU tersebut, dengan melakukan penelaahan serta kajian yang signifikan. Agar bisa tercipta kembali harmonisasi antara pemerintah dengan rakyat.

“Tuntuan kami ingin agar UU Cipta Kerja segera dicoret atau dibatalkan saja. Kami yakin dengan tindakan pencabutan atau pembatalan bisa membuat nyaman rakyat,” ujarnya.

Termasuk tidak lagi akan terjadi demo, lanjut dia, yang dilakukan buruh, mahasiswa, maupun rekan LSM/Ormas lainnya. Dia menegaskan, GMBI siap bela negara merebut kembali kedaulatan perekonomian dari kaum kapitalis sebagai bentuk upaya pemulihan kesejahteraan juga perekonomian rakyat Indonesia. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

IKM Batik 3 Daerah Mendapat Bintek Khusus Penggunaan Pewarna Alami

Sel Nov 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Solo, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kemendikbud dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), memberikan bimbingan teknik (bintek) khusus penggunaan pewarna alami kepada para perajin batik di 3 daerah sentra batik, yakni Kota Solo, Kota Cirebon, dan Kabupaten Pamekasan, Madura. […]