GNPK-RI: Calon Bupati Bandung Harus Punya Managerial Skill yang Baik

ilustrasi./visi.news/alam
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung yang nanti lolos sebagai kandidat bupati diharapkan punya managerial skill yang baik dan bisa mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, mendorong transparansi dan akuntabilitas. Demikian dikemukakan Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Bandung Imam Supardi, M.M.

“Dengan kemampuan manajerial yang baik, kita harapkan Bupati Bandung ke depan bisa lebih efektip dalam menangani berbagai permasalahan, sehingga tidak sampai terjadi dalam cara menangani masalah dengan  masalah lagi,” ujarnya kepada VISI.NEWS, Kamis (28/5/2020) pagi.

Katanya, masih banyak permasalahan di Kabupaten Bandung yang tidak efektip dalam penanganannya. “Masalah sampah misalnya, sepertinya kita itu muter-muter di situ saja, tidak ada wilayah yang kita banggakan sebagai daerah yang cukup bersih dalam penanganan sampahnya dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung ini,” ungkapnya.

Begitu juga dalam masalah pendidikan, kata Imam, kabupaten yang banyak memberikan kontribusi para intelektual baik tingkat Jabar, Nasional bahkan Internasional ini sampai sekarang belum memiliki perguruan tinggi daerah sendiri. “Kita kalah oleh Indramayu, Cirebon, Garut dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat,” ungkapnya.

Masalah infrastruktur, kata Imam, lebih parah lagi. Ia menyebutkan kualitas pembangunan jalan di Kabupaten Bandung tidak pernah meningkat karena pola tendernya masih sama, sehingga kualitas jalan beton tidak pernah meningkat. “Pola yang diterapkan tidak pernah berubah, pemotongan masih terjadi di sana-sini, sehingga yang dikerjakan oleh sebagian pemborong tidak sesuai dengan spek dan wajar kalau tidak berkah,” ungkapnya.

Transparan dan Akuntabel

Selain itu, Imam juga mengungkapkan, Calon Bupati Bandung harus orang yang punya komitmen akan perubahan khsusunya dalam transparansi anggaran dan menjaga akuntabilitas. “Saya sampai hari ini belum mendengar ada Calon Bupati Bandung yang siap kontrak politik untuk mengedepankan transparansi anggaran dan akuntabilitas publik. Kalau ada, calon bupati yang siap kontrak politik seperti ini, harus kita dukung,” ujarnya.

Seperti halnya dalam penanganan dampak Covid-19 di Kabupaten Bandung, Imam mengatakan, apa yang muncul di DPRD Kab. Bandung untuk membentuk Pansus Covid-19, tidak jelas ujung-ujungnya. “Kalau tidak jadi dibentuk pansus harus ada jawaban ke publik, baik oleh legislatif maupun eksekutif mengenai hal yang mendorong dibentuknya pansus tersebut. Kalau menganai anggaran, ya jelaskan bahwa hasil pertemuan dengan pihak bupati dan para kepala SKPD terkait bahwa anggaran yang dialokasikan berapa, sumbernya dari mana, penggunaannya seperti apa, sisanya berapa, atau minus berapa. Ini kok enggak jelas, yah,” tandas Imam.@mpa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Farabi El Fouz A. Rafiq Calon Walikota Kebanggaan Golkar Depok

Kam Mei 28 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Dokter, masih muda, dan ganteng pula. Itulah sosok Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Jawa Barat, dr. Farabi El Fouz A. Rafiq, Sp.A., M.Kes. Sejak terjun ke dunia politik dan memimpin Golkar Kota Depok, 2016 silam, pesonanya mampu menyedot perhatian masyarakat Kota Depok, utamanya kaum emak-emak. Setiap […]