VISI.NEWS | BANDUNG – Bandung menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Setiap hari, kota ini menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah, dengan 44,51 persen di antaranya merupakan sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan. Dominasi sampah organik tersebut menjadi tantangan tersendiri karena penanganan yang belum optimal dapat memicu penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta berdampak pada kualitas lingkungan.
Menjawab kondisi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung (BBPVP) Bandung menggelar program Green Jobs Class Chapter Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan akhir pekan lalu di BBPVP Bandung dengan melibatkan berbagai mitra kolaborasi.
Program ini terselenggara berkat kerja sama dengan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan, Green Future Guardian Chapter, serta Inovasi Muda. Kolaborasi lintas komunitas tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat ekosistem green jobs di tingkat lokal.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Green Jobs Class dirancang tidak hanya sebagai forum edukasi, tetapi juga sebagai ruang praktik pengolahan sampah organik yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Melalui pengelolaan sampah yang baik, beban TPA dapat dikurangi, dampak lingkungan dapat ditekan, serta dihasilkan kompos yang memiliki nilai guna. Inilah contoh bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang kerja yang produktif,” ujar Afriansyah.
Ia menambahkan, pendekatan green jobs menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka kesempatan kerja baru yang ramah lingkungan. Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah, potensi ekonomi sirkular pun dapat terus dikembangkan.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta perwakilan komunitas Gorong-gorong Bersih (GOBER) dan Gerakan Olah Sampah (GASLAH). Para peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bernilai ekonomis.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga didorong menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Ke depan, Kemnaker berharap program Green Jobs Class dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, persoalan sampah di Bandung dan kota-kota lainnya diharapkan tidak lagi menjadi beban, melainkan peluang untuk menciptakan lapangan kerja hijau dan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.
@uli