Gubernur Jabar Klaim Tingkat BOR RS Pasien Covid-19 Menurun

Editor Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur  atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit untuk pasien Covid-19 kembali menurun dan saat ini ke angka 75 persen./antara/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur  atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit untuk pasien Covid-19 kembali menurun dan saat ini ke angka 75 persen.

“Berita baik hari ini BOR kami turun terus dari puncaknya 4 Juli itu RS kita mencapai 90,69 persen. Hari ini sudah turun menjadi 75,16 persen sehingga berita cerita tenda-tenda darurat BNPB seperti di Kota Bekasi itu perlahan sudah mulai akan dibongkar,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (23/7/2021).

Pada 4 Juli 2021 BOR di Jabar sempat menyentuh 90,69 persen namun dengan berbagai upaya yang dilakukan, BOR trennya terus menurun dan hal itu telah dilaporkan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam rapat pnenanganan Covid-19 di Jabar secara virtual dari Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung.

Adapun berbagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi BOR seperti memperbanyak ruang isolasi terpusat termasuk di desa/kelurahan. Kemudian menaikkan kapasitas tempat tidur. Lalu menyiapkan hotel-hotel, apartemen untuk pusat pemulihan pascarawat.

“Jadi di hulunya kita tahan di pusat isolasi desa, di akhirnya kita pindahkan ke pusat pemulihan,” kata pria yang kerap disapa Kang Emil.

Mengenai kasus harian, Ridwan Kamil mengakui masih cukup tinggi meskipun angkanya terus turun. Secara total, angka kasus aktif Covid-19 di Jabar mencapai 123.000 dan mayoritas melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Secara umum kasus aktif kita 123.000 ini mayoritas pasien Covid-19 di Jabar ada di rumah-rumah dalam bentuk isoman. Yang sembuh 405.000 meninggal kurang lebih total 7.611,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menjelaskan, naiknya kasus aktif di Jawa Barat bermula saat libur idulfitri serta adanya varian Covid-19 delta yang semakin membuat angka kasus tinggi.

Baca Juga :  Akibat Masyarakat Tidak Disiplin Prokes, Kasus Covid-19 Terus Melonjak

Sebelum Idulfitri, angka BOR Jawa Barat berada di bawah 30 persen, begitupun dengan kasus aktif Covid-19 masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Varian delta Covid-19 tidak bisa dibatasi dengan batasan administrasi sehingga isu naiknya tidak hanya di Jawa Barat tapi di Jawa dan Bali,” kata Ridwan Kamil.

Terkait dengan tingkat kepatuhan masyarakat PPKM Darurat, Ridwan Kamil menyebut ada sedikit peningkatan. Khususnya disipin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

“Kita punya aplikasi untuk mengukur kedisiplinan, 670.000 titik melaporkan melalui _handphone_ antara periode selama PPKM ada 4 juta manusia yang terpantau. Hari-hari ini ketaatan menggunakan masker ada di 86 persen menjaga jarak di 85 persen,” jelasnya.

Persentase masyarakat yang diam di rumah selama PPKM Darurat pun meningkat. Meskipun berdasarkan indeks mobilitas, masih ada beberapa daerah pergerakannya tinggi pada malam hari khususnya di kawasan industri.

“Kalau kita gunakan teknologi lain, presentase masyarakat yang di rumah meningkat dari rata-rata naik 30 persen yang tidak ke mana-mana,” kata Kang Emil.

Di sisi lain, Ridwan Kamil menyebut Pemda Provinsi Jabar akan terus mengakselerasi program vaksinasi. Pasalnya, jika dilihat dari presentase vaksinasi di Jawa Barat masih cukup kurang.

Menurutnya, hal ini karena kurangnya pasokan vaksin. Sebenarnya sudah ada stok 10 juta dosis yang didapatkan dari Pemerintah Pusat, dari jumlah tersebut 72 persen sudah disuntikkan kepada masyarakat.

Hal ini karena banyak daerah yang ‘menabung’ vaksin untuk suntikan dosis kedua. Oleh karena itu, Ridwan Kamil meminta pemkab/pemkot untuk tidak menunda vaksin kedua.

“Vaksinasi hari ini barangnya memang habis dari 10 juta dosis 72 persen sudah direalisasi. Kemudian atas kebijakan pak Menkes 28 persen jangan ditabung untuk dosis dua,” katanya. @fen

Baca Juga :  Pemerintah Desa Sukamaju Usulkan Pembangunan Rusunawa

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Atlet Muslim Olimpiade Tokyo Rayakan Iduladha dengan Doa Bersama

Sab Jul 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Atlet muslim Olimpiade Tokyo merayakan Iduladha atau Hari Raya Kurban dengan melakukan doa bersama dan mengirim pesan secara daring, mengingat kondisi mereka yang tengah terpisah jauh dengan orang-orang yang mereka cintai. Salah satu hari libur penting dalam kalender Islam, yaitu Iduladha, biasanya dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga, memakai […]