VISI.NEWS | BANDUNG -Ancaman tanah longsor menjadi perhatian serius di wilayah dataran tinggi Jawa Barat selama musim penghujan. Menyikapi risiko ekologis yang meningkat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengubah lahan pertanian berlereng menjadi area tanaman keras, termasuk durian, untuk menekan potensi bencana.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa penggunaan lahan berlereng untuk tanaman hortikultura tertentu justru meningkatkan risiko longsor. “Kita mengevaluasi perkebunan sayur yang menggunakan tanah berlereng sehingga berisiko menimbulkan longsor. Dari situ nanti akan segera diubah menjadi tanaman keras,” ujarnya di Sumedang, Selasa (9/12/2025), dikutip Rabu (10/12/2025).
Kang Dedi menegaskan bahwa para petani terdampak tidak akan ditinggalkan. Sebaliknya, mereka akan mendapatkan status dan posisi baru dalam program tersebut. “Tetapi agar para petani tidak rugi, mereka akan direkrut menjadi tenaga pemerintah yang ditugaskan untuk melakukan penanaman dan merawat tanaman yang memiliki fungsi bagi ketahanan lingkungan,” tambahnya.
Langkah ini dinilai tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi bencana, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan ekologis dan produktivitas lahan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap program ini dapat menjadi model pengelolaan lahan berkelanjutan sekaligus menjaga kesejahteraan petani.@fajar












